Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polres PPU Gelar Balapan Perahu Tradisional di Babulu Laut

Ari Arief • Kamis, 11 Juni 2026 | 16:07 WIB
BENDERA START: Perahu-perahu peserta lomba langsung melaju bersamaan tangan Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara mengibarkan bendera start.(humas polres ppu)
BENDERA START: Perahu-perahu peserta lomba langsung melaju bersamaan tangan Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara mengibarkan bendera start.(humas polres ppu)

 

KALTIMPOST.ID,PENAJAM–Perairan Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendadak riuh, Kamis (11/6). Ratusan warga memadati kawasan pesisir untuk menyaksikan keseruan adu cepat dalam ajang Balapan Perahu Tradisional. Perlombaan rakyat ini digelar khusus oleh Kepolisian Resor (Polres) PPU dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.

Kegiatan yang mengangkat kearifan lokal masyarakat pesisir ini dihadiri langsung oleh Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara. Turut mendampingi jajaran pejabat utama (PJU) Polres PPU, para kapolsek, unsur Forkopimcam Babulu, Pemerintah Desa Babulu Laut, serta tokoh masyarakat.

Baca Juga: Penajam Deteksi 50 Suspek TBC, Polres PPU Perkuat Sinergi Eliminasi Penyakit, Kenali Gejalanya

Sebelum membuka perlombaan secara resmi, Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara bersama rombongan menyempatkan diri meninjau Jembatan Merah Putih, salah satu infrastruktur ikonik yang menjadi kebanggaan warga Desa Babulu Laut. Selepas peninjauan, rombongan langsung bergerak menuju arena utama perlombaan yang sudah disesaki oleh para peserta dan penonton sejak pagi hari.

Kepala Desa Babulu Laut, Sahudi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada Polres PPU. Menurutnya, inisiatif kepolisian menggelar ajang ini tidak hanya memberikan hiburan segar bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana strategis dalam merawat budaya lokal.

Baca Juga: Hasil CKG di PPU, Obesitas dan Karies Gigi Mendominasi, Ribuan Warga Berisiko Hipertensi

"Balapan perahu ini adalah bagian dari kultur dan urat nadi masyarakat pesisir. Kami sangat berterima kasih karena Polres PPU mau merangkul tradisi ini sebagai sarana memperkuat kebersamaan dan melestarikan warisan daerah," ungkap Sahudi.

Sementara itu, Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara menegaskan, pemilihan balapan perahu tradisional ini bertujuan untuk mempererat kemitraan dan memperkecil jarak antara institusi Polri dengan masyarakat melalui pendekatan yang positif serta persuasif.

Baca Juga: Proyek Kereta Api Kalimantan Masuk Lagi PSN, Hidupkan Harapan Kaltim yang Redup 10 Tahun Lalu

"Melalui Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin menghadirkan semangat kebersamaan yang nyata. Balapan perahu bukan sekadar ajang olahraga dan hiburan, melainkan wadah untuk mempererat silaturahmi, menjaga persatuan, serta melestarikan budaya maritim yang menjadi identitas kuat masyarakat PPU," ujar AKBP Andreas Alek.

Lebih lanjut, Kapolres juga menitipkan pesan kepada seluruh peserta agar tetap mengutamakan faktor keselamatan di air dan menjunjung tinggi nilai sportivitas. Dirinya berharap kemeriahan ini mampu memperkokoh sinergi masyarakat dalam mendukung Polri menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum PPU.

Baca Juga: Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres PPU Gelar Berbagai Lomba dari Balap Speedboat hingga E-Sports

Begitu bendera start dikibarkan oleh Kapolres, riuh sorak-sorai penonton langsung pecah mengiringi kayuhan dan laju perahu-perahu peserta yang membelah ombak demi mencapai garis finis.

Guna memastikan acara berjalan kondusif, pengamanan ketat juga diberlakukan di sepanjang lini pesisir. Personel dari Polsek Babulu dibantu personel BKO Polres PPU disiagakan di berbagai titik taktis, sehingga seluruh rangkaian acara dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar hingga akhir kompetisi.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#balap perahu #bhayangkara #polres ppu