KALTIMPOST.ID, PENAJAM - Inflasi di wilayah PPU diprakirakan berada pada kisaran 0,12 - 0,26 persen (mtm). Hal itu tercatat berdasarkan data Laman Informasi Ekonomi Komoditas Kaltim (Lamin Etam), adanya potensi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan pada minggu pertama Juni 2026.
Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Kabupaten PPU, Krisna Aditama, menjelaskan bahwa angka tersebut menunjukkan tren kenaikan dibandingkan realisasi Mei 2026 yang sempat mencatatkan deflasi sebesar -0,06 persen (mtm).
"Kami mencatat lima komoditas utama penyumbang inflasi saat ini, yakni cabai merah, cabai rawit, bawang merah, ikan layang, dan daging ayam," ujar Krisna saat dikonfirmasi, Kamis (11/6/2026).
Baca Juga: Kejar Target Wajib Halal 2026, Dapur SPPG Penajam 1 Jadi Pelopor Sertifikasi di Penajam (Bagian 1)
Lonjakan harga tersebut dipicu beberapa faktor. Di antaranya, terbatasnya stok dari daerah sentra produksi di Jawa dan Sulawesi akibat cuaca yang kurang kondusif menjadi pemicu utama kenaikan harga komoditas hortikultura.
Kemudian untuk komoditas hewani seperti ikan layang, penurunan hasil tangkapan nelayan akibat cuaca buruk atau angin selatan menjadi faktor dominan. "Khusus daging ayam juga terjadi keterlambatan pengiriman pasokan beku dari luar daerah," jelasnya.
Baca Juga: Pemkab Mahulu Resmi Canangkan Sensus Ekonomi 2026: Data Akurat Jadi Kunci Pembangunan Daerah
Menyikapi kondisi tersebut, lanjut Krisna, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) PPU telah menyusun serangkaian langkah mitigasi. Salah satunya sinergi lintas instansi untuk memastikan ketersediaan stok tetap terjaga.
"Kami terus melakukan pemantauan harga harian dan memastikan stok di tingkat distributor serta produsen aman. Termasuk optimalisasi Gerakan Pangan Murah (GPM) hingga ke tingkat kelurahan dan memperkuat peran BUMD sebagai offtaker untuk menjaga stabilitas harga," jelasnya.
Selain itu, TPID PPU tengah mempercepat penjajakan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan daerah surplus pangan, untuk menjamin kesinambungan pasokan di tengah potensi perubahan cuaca memasuki triwulan III 2026.
"Meskipun terdapat tren inflasi, beberapa komoditas justru mengalami deflasi atau penurunan harga, seperti ikan tongkol, tomat, dan bawang putih yang diharapkan dapat sedikit meredam tekanan inflasi secara keseluruhan," pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki