Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kemitraan Jadi Kunci, Harga TBS Sawit Mitra Tembus Rp 3.400 Per Kilogram

Ahmad Maki • Senin, 22 Juni 2026 | 10:41 WIB
Iswan Padda
Iswan Padda

 

KALTIMPOST.ID, PENAJAM— Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dilaporkan mulai berangsur pulih dan merangkak naik. Sebelumnya sempat mengalami penurunan harga yang cukup signifikan atau anjlok beberapa waktu lalu.

Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian (Distan) PPU Iswan Padda mengungkapkan, penurunan tajam tersebut mulai terjadi pada 21 Mei, tepat sehari setelah pidato yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto terkait kebijakan sawit.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Antrean Pertalite Mengular di Kaltim, Komisi XII DPR RI Minta Seluruh SPBU di Kaltim Kembali Menjual BBM Bersubsidi

"Kalau melihat perkembangan pascapidato Pak Presiden, memang harga TBS kita di Penajam itu anjlok. Penurunan yang sedikit signifikan itu dimulai pada 21 Mei," ujar Iswan, dikonfirmasi.

Pada awal fase penurunan tersebut, harga TBS sempat merosot bertahap mulai Rp 400, Rp 600, sehingga terjadi penurunan angka kisaran Rp 1.000 per kilogram dari harga sebelum pidato Presiden. Namun, memasuki akhir Mei, grafik harga mulai menunjukkan tren positif dan bergerak naik secara perlahan.

Saat ini, harga TBS sawit di wilayah PPU cukup bervariasi, tergantung pada tempat penjualan. Iswan menjelaskan, di PT Waru Kaltim Prima (WKP), harga TBS sempat berada di angka Rp 3.070 per kilogram, meski belakangan ada informasi penurunan tipis.

Baca Juga: Kaya Bumbu dan Bernutrisi, Begini Cara Mengolah Sop Mutiara Khas Banjar yang Menggugah Selera

"Hari ini informasinya turun Rp 20, berarti berada di angka Rp 3.050 per kilonya," tambahnya.

Sementara itu, untuk tingkat pengepul atau tempat bongkar muat sawit (loading ram), harga yang berlaku biasanya memiliki selisih sekitar Rp 300–400, harga itu sedikit rendah dibanding harga pabrik perusahaan.

"Jika di PT WKP berada di angka Rp3.000, maka di tingkat loadingan berkisar di angka Rp2.600-an per kilogram," rincinya.

Menurutnya, tim Distan PPU yang dipimpin langsung Kepala Distan PPU, Rozihan Asward, telah melakukan monitoring langsung ke sejumlah perusahaan kelapa sawit di wilayah tersebut, seperti PT Waru Kaltim Plantation (WKP), PT Sumber Bunga Sawit Lestari (SBSL), PT Alam Permai Makmur Raya, PT Agro Indomas, serta PT Kebun Mandiri Sejahtera (KMS).

 

Dari hasil monitoring, Iswan menekankan pentingnya para petani untuk menjalin kemitraan. Pasalnya, harga yang ditetapkan oleh gubernur Kaltim melalui Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim, umumnya hanya berlaku mengikat untuk lahan plasma dan petani yang telah bermitra.

Baca Juga: Strategi Memenuhi Kebutuhan Air Bersih Melalui SPAM Waru, Berikut Daerah yang Bisa Disasar Pelayanan

Sebagai contoh, PT KMS yang sudah menerapkan sistem kemitraan berhasil menjaga stabilitas harga sehingga tidak pernah turun terlalu jauh.

"KMS itu karena sudah bermitra, dia tidak pernah turun jauh. Kemarin sempat di harga Rp3.600, dan mengacu pada harga yang ditetapkan oleh Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim, saat ini turun Rp200 menjadi Rp3.400. Angka Rp3.400 itu sudah harga tertinggi untuk yang bermitra," jelas Iswan.

Bagi perusahaan yang belum memiliki sistem kemitraan dengan petani, harga beli TBS rata-rata memang berada di bawah angka Rp3.400. Meski begitu, tren pemulihan pasca-anjloknya harga bulan lalu sudah sangat terasa menggembirakan dikalangan petani kelapa sawit.

Baca Juga: Saling Klaim Iran-AS, Status Selat Hormuz Memanas Jelang Perundingan Swiss

"PT SBSL di Babulu saat ini menjadi salah satu yang tertinggi di luar jalur kemitraan reguler, di mana posisinya kini sudah berada di atas harga Rp3.200 per kilogram," pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#harga membaik #penajam paser utara #TBS Kelapa Sawit