KALTIMPOST.ID, PENAJAM– Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) PPU secara resmi mencanangkan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) tahun 2026.
Peresmian tersebut berlangsung di lantai tiga Kantor Bupati PPU, Rabu (24/6). Prosesi pencanangan dilakukan secara simbolis melalui penandatanganan kesepakatan oleh Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Mas'ud, bersama Bupati PPU, Mudyat Noor.
Kepala BPS Kaltim Mas'ud Rifai menjelaskan, bahwa program Desa Cantik sebenarnya telah diinisiasi di PPU sejak 2002. Namun, dia menekankan bahwa penyelenggaraan tahun ini memiliki perbedaan dan keistimewaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Jika dulu program berjalan secara mandiri dan hanya menjangkau satu hingga dua desa per tahun sesuai kesepakatan, tahun ini menjadi spesial karena kita melibatkan tiga desa sekaligus," ujar Mas'ud Rifai.
Tahun ini terdapat kolaborasi strategis antara program Desa Cantik dengan program Desa Pedia milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU. Sinergi itu bertujuan memperkuat literasi data di tingkat desa, mencakup tata kelola, pengumpulan, pengolahan, hingga diseminasi data.
Menurut Mas'ud, program itu lebih mendorong terciptanya evidence-based policy atau kebijakan berbasis data di level desa. Dia menilai, program-program pembangunan yang dicanangkan Bupati PPU, Mudyat Noor, akan lebih efektif jika didukung oleh kualitas data yang akurat.
"Itu adalah bagian dari upaya kami memperkuat kapasitas desa dalam membuat kebijakan yang lebih tepat sasaran. Dengan menggabungkan literasi data dari BPS dan dukungan teknologi dari Desa Pedia, kami berharap desa mampu mengelola potensi dan mengatasi masalahnya sendiri," tambahnya.
Upaya juga dipandang sebagai wujud dukungan terhadap Asta Cita keenam Presiden RI, yakni membangun Indonesia dari desa dan pinggiran. Mas'ud meyakini, melalui perbaikan kebijakan berbasis data di tingkat desa, pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, serta upaya pengentasan kemiskinan di daerah dapat dipercepat.
Baca Juga: Target Dua Emas, Kaltim Kirim 28 Atlet ke Kejurnas Judo Kasad Cup XVI
"Targetnya jelas, yakni membangun dari bawah untuk memperkuat struktur ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara langsung," pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur Kaltim, Rudi Mas'ud, menyebut inisiatif ini sebagai terobosan luar biasa dalam memperkuat tata kelola data desa berbasis aplikasi.
Rudi Mas’ud menegaskan bahwa dukungan infrastruktur telah dipersiapkan Pemerintah Provinsi Kaltim, di mana seluruh desa yang terlibat telah mendapatkan akses internet yang memadai. Menurutnya, konektivitas tersebut menjadi kunci utama dalam menjamin akurasi data.
"Data harus akurat. Digitalisasi adalah basis yang kuat untuk menyukseskan program Sensus Nasional tahun 2026," tegas Rudi Mas'ud.
Bahwa muara dari penguatan data adalah lahirnya kebijakan yang tepat sasaran. Dengan basis data yang akurat, pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang benar-benar solutif dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
"Data yang kuat akan menghasilkan kebijakan yang akurat, tepat, dan yang terpenting adalah berpihak kepada masyarakat," pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A