Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Cabai Jadi Penyumbang Inflasi, Pemkab PPU Ajak Warga Manfaatkan Pekarangan

Ahmad Maki • Kamis, 25 Juni 2026 | 13:18 WIB
PANGAN: Gerakan tanam di pekarangan diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan pangan rumah tangga secara mandiri dan menekan ketergantungan pasokan dari luar daerah.
PANGAN: Gerakan tanam di pekarangan diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan pangan rumah tangga secara mandiri dan menekan ketergantungan pasokan dari luar daerah.

KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Mengendalikan inflasi daerah di tengah tren kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, salah satunya cabai. Tim Penggerak PKK Penajam Paser Utara (PPU), belum lama ini melakukan Gerakan Tanam Cabai di Halaman Kantor Sekretariat TP PKK PPU.

Masih dalam keterkaitan, Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah PPU, Krisna Aditama, menjelaskan bahwa langkah ini diambil merespons data pemantauan harga komoditas pada minggu ketiga Juni 2026.

Berdasarkan laporan Laman Informasi Ekonomi Komoditas Kaltim (LAMIN ETAM), komoditas cabai, baik cabai merah maupun cabai rawit, masuk dalam daftar lima besar penyumbang inflasi di PPU.

Baca Juga: Transformasi Digital di PPU, DesaPedia Hadirkan Kemudahan Layanan Publik dan Akurasi Data Desa

"Kenaikan harga pada komoditas seperti bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit saat ini disebabkan oleh menurunnya pasokan dari daerah sentra produksi akibat kondisi cuaca yang kurang kondusif, sementara permintaan masyarakat tetap kuat," ujar Krisna Aditama, Kamis (25/6/2026).

Krisna menambahkan, Gerakan Tanam Cabai yang diinisiasi oleh Dinas Pertanian dan TP PKK merupakan implementasi konkret dari poin kesembilan arahan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) PPU, yakni mendorong percepatan penanaman hortikultura dan optimalisasi lahan pekarangan.

"Kegiatan itu diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan pangan rumah tangga secara mandiri dan menekan ketergantungan pasokan dari luar daerah," katanya.

Baca Juga: Perkuat Tata Kelola Desa, BPS dan Pemkab PPU Luncurkan Program Desa Cantik 2026

Krisna menegaskan bahwa TPID  PPU kini terus bersinergi melakukan langkah pengendalian inflasi yang proaktif, konkret, dan berbasis data. Selain mengoptimalkan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan memperkuat peran BUMD pangan, Pemkab PPU juga fokus pada monitoring stok harian di tingkat produsen dan distributor.

"Kami terus mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan melalui gerakan menanam dan fasilitasi penyediaan benih. Hal ini tidak hanya untuk menjaga stabilitas harga, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan keluarga guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkualitas," ucapnya.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk turut serta memanfaatkan lahan di sekitar rumah masing-masing dengan menanam komoditas hortikultura. Sinergi antara kebijakan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan pangan di Kabupaten PPU, khususnya menghadapi risiko iklim yang masih berpotensi memengaruhi volume produksi ke depan. (*)

Editor : Duito Susanto
#Gerakan Tanam Cabai #TP PKK PPU #pemkab ppu #harga cabai #inflasi daerah