Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Harga Pangan di PPU Relatif Stabil, Cabai Rawit Merah Alami Kenaikan Tertinggi

Ari Arief • Rabu, 1 Juli 2026 | 10:07 WIB
Ilustrasi petugas Disketapang PPU saat melakukan monitor harga bapokting.(generate ai)
Ilustrasi petugas Disketapang PPU saat melakukan monitor harga bapokting.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,PENAJAM–Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) merilis data terbaru mengenai perkembangan harga komoditas pangan pokok di tingkat pedagang eceran. Berdasarkan monitoring per 30 Juni 2026, secara umum harga bapokting (bahan pokok penting) di Benuo Taka, PPU terpantau relatif stabil, meski terdapat fluktuasi pada beberapa komoditas hortikultura dan ikan segar.

Kepala Disketapang PPU, Mulyono, saat dikonfirmasi pada Rabu (1/7), mengungkapkan bahwa stabilitas pasokan pangan di PPU masih terjaga dengan baik. Namun, pergerakan harga akibat dinamika pasar global maupun lokal tetap terjadi pada komoditas tertentu seperti cabai dan bawang.

Baca Juga: Kantongi Dua Paket Sabu, FR Diciduk Polres PPU di Gunung Seteleng, Terancam Pasal Berlapis

"Dari pantauan tim di lapangan, sebagian besar harga komoditas utama stabil. Hanya beberapa komoditas bumbu dapur dan ikan yang mengalami penurunan, sementara cabai rawit merah tercatat mengalami kenaikan yang cukup signifikan," kata Mulyono kepada Kaltim Post, Rabu pagi.

Berdasarkan data Disketapang PPU, kenaikan tertinggi dialami oleh komoditas Cabai Rawit Merah sebesar 3,61 persen atau naik Rp 1.875, menjadi Rp 53,750 per kilogram (kg). Selain itu, kenaikan tipis sebesar Rp 1 atau sekitar 0,01 persen juga terjadi pada Beras Medium (menjadi Rp 14,032/kg), Minyakita (menjadi Rp 15,830/liter), dan Beras Medium Non SPHP (menjadi Rp 15,144/kg).

Baca Juga: Sabu 20,78 Gram Gagal Edar di Babulu Darat PPU, Pria 44 Tahun Diciduk Saat Tunggu Pembeli

Sebaliknya, penurunan harga justru melanda sektor bawang dan ikan segar. Penurunan paling signifikan dialami oleh Ikan Tongkol sebesar 5,88 persen (turun Rp 2.500) menjadi Rp 40.000/kg, disusul Bawang Putih Bonggol yang merosot 4,84 persen (turun Rp 2.143) menjadi Rp 42.143/kg.

Komoditas lain yang juga kompak turun harga di antaranya Ikan Kembung yang turun menjadi Rp 49,167/kg (turun 3,28 persen), Telur Ayam Ras menjadi Rp 28,167/kg (turun 2,87 persen), Bawang Merah menjadi Rp 52,143/kg (turun 2,67 persen), serta Cabai Merah Keriting yang kini berada di angka Rp 51,250/kg (turun 2,38 persen).

Baca Juga: Sebanyak 70 Personel Polres PPU Naik Pangkat, Kapolres: Pangkat Tinggi, Tanggung Jawab Makin Besar

Sementara itu, harga daging di PPU dilaporkan sama sekali tidak mengalami perubahan. Daging Sapi Murni tetap bertahan kokoh di angka Rp 150.000/kg, Daging Kerbau Beku Impor seharga Rp 116.250/kg, dan Daging Ayam Ras di kisaran Rp 33,833/kg. Komoditas pokok lainnya seperti Beras Premium (Rp 17,125/kg), Beras SPHP (Rp 13.000/kg), Gula Konsumsi (Rp 19,667/kg), serta Minyak Goreng Kemasan (Rp 23,857/kg) juga terpantau stagnan.

Mulyono menegaskan bahwa Disketapang PPU akan terus mengintensifkan monitoring berkala guna mendeteksi sedini mungkin jika terjadi lonjakan harga yang tidak wajar di pasar tradisional.

Baca Juga: Kuasa Hukum PT SMG Sebut Gugatan PT SBB dan PT BAS Tak Bisa Diperiksa Lagi karena Ne Bis In Idem

"Kami berkomitmen menjaga kestabilan pangan ini. Pemantauan harga harian menjadi instrumen penting bagi kami untuk mengambil langkah intervensi jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan yang dapat membebani masyarakat," katanya.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#bapokting #disketapang PPU #stabil