PENAJAM- Selain kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 3,70 persen, kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) juga didorong oleh peningkatan indeks di beberapa kelompok pengeluaran lainnya, termasuk sektor perawatan pribadi serta sandang.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Suko Haryono, menjelaskan salah satu lonjakan yang cukup tinggi terjadi pada kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya, yang mengalami inflasi y-on-y hingga 7,95 persen. "Kenaikan ini mengerek indeks kelompok tersebut dari 114,76 (Juni 2025) menjadi 123,88 (Juni 2026)," kata Suko, sapaan akrab Suko Haryono, Rabu (8/7/2026).
Secara keseluruhan, kelompok ini memberikan andil atau sumbangan terhadap inflasi tahunan kabupaten sebesar 0,45 persen. Komoditas emas perhiasan menjadi pemicu utama di sektor ini. Seperti, Subkelompok Perawatan Pribadi Lainnya: Naik 19,25 persen; Subkelompok Jasa Lainnya: Naik 7,72 persen serta Subkelompok Perawatan Pribadi: Naik 2,59 persen.
Baca Juga: Sektor Perumahan dan Transportasi Turut Mengalami Kenaikan Harga
"Emas perhiasan menjadi komoditas yang paling dominan memberikan andil inflasi y-on-y di kelompok ini, yaitu sebesar 0,33 persen," rincinya. Selain emas, beberapa komoditas dan jasa lain juga memberikan andil masing-masing sebesar 0,01 persen.
Di antaranya adalah tarif gunting rambut pria, hand body lotion, jam tangan, parfum, sabun mandi, pembalut wanita, pasta gigi, tisu, sampo, hingga biaya fotokopi. Namun, di sisi lain, kelompok ini tercatat tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap inflasi bulanan (m-to-m).
Selain itu, peningkatan harga juga terjadi pada kelompok Pakaian dan Alas Kaki. Pada Juni 2026, kelompok ini mengalami inflasi y-on-y sebesar 0,96 persen, dengan kenaikan indeks dari 105,71 menjadi 106,73. Secara kumulatif, kelompok sandang ini memberikan andil sebesar 0,05 persen terhadap inflasi tahunan di PPU. Kenaikan didorong oleh dua subkelompok yakni Subkelompok Alas Kaki: Naik 1,68 persen dan Subkelompok Pakaian: Naik 0,81 persen.
"Komoditas yang dominan menyumbang inflasi pada kelompok ini adalah ongkos jahit, ongkos binatu (laundry), dan sepatu pria, dengan andil masing-masing sebesar 0,01 persen," jelasnya. BPS PPU mencatat bahwa kelompok pakaian dan alas kaki tidak memberikan andil yang signifikan terhadap deflasi tahunan maupun inflasi bulanan kabupaten pada periode ini.
Diketahui, BPS PPU mencatat adanya tren kenaikan harga berbagai komoditas secara umum pada periode Juni 2026. PPU mengalami inflasi tahunan (year-on-year / y-on-y) sebesar 2,96 persen. Inflasi tersebut ditandai dengan kenaikan IHK yang cukup signifikan dalam setahun terakhir.
Terjadi kenaikan IHK dari 108,81 pada Juni 2025 menjadi 112,03 pada Juni 2026. Sementara itu, untuk tingkat inflasi bulanan (month-to-month / m-to-m) berada di angka 0,39 persen dan tingkat inflasi tahun kalender (year-to-date / y-to-d) sebesar 2,71 persen. (riz)
Editor : Muhammad Rizki