KALTIMPOST.ID,PENAJAM–Polres Penajam Paser Utara (PPU) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L), personel Polres PPU melakukan perawatan intensif tanaman melon di Lahan II P2L, kawasan Pondok Belanda, Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, PPU, Sabtu (11/7).
Perawatan di lahan produktif seluas setengah hektare tersebut digawangi oleh Brigpol Jainuri dan Bripda Bisma. Mereka berfokus pada tanaman melon yang telah memasuki usia 14 hari setelah tanam (HST). Keduanya melakukan pemangkasan pucuk untuk merangsang pertumbuhan cabang produktif, serta pemupukan kocor agar nutrisi tanaman terpenuhi demi menghasilkan buah yang berkualitas.
Baca Juga: Temon Meninggal Dunia di Usia 59 Tahun, Manajemen Ungkap Penyebabnya
Langkah ini merupakan bagian dari pemeliharaan rutin yang berkesinambungan untuk menjaga produktivitas lahan sekaligus menyukseskan kemandirian pangan.
Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kasihumas Aiptu Syafruddin, menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah program strategis yang wajib didukung lewat aksi nyata.
Baca Juga: Argentina Jadi Benteng Terakhir Amerika Latin, Tiga Raksasa Eropa Kuasai Semifinal Piala Dunia 2026
"Polres PPU berkomitmen mengoptimalkan program P2L demi mendukung Asta Cita Presiden RI. Perawatan rutin ini adalah investasi untuk hasil panen yang bagus. Kami ingin membuktikan bahwa Polri tidak hanya menjaga kamtibmas, tapi juga peduli pada urusan perut dan kesejahteraan masyarakat," ujar Syafruddin.
Ia menilai, kunci keberhasilan program ini terletak pada konsistensi perawatan sejak awal pertumbuhan. Jika dikelola dengan baik, lahan ini akan menjadi sumber pangan berkelanjutan yang bernilai ekonomi tinggi bagi warga sekitar.
Baca Juga: Fakta Lengkap Kasus Febrie Adriansyah: Korupsi Batu Bara, Asabri, Krakatau Steel hingga Dugaan TPPU
Aksi nyata yang berjalan tertib dan lancar ini menjadi bukti komitmen Polres PPU dalam mewujudkan Polri Presisi yang hadir dan bermanfaat langsung bagi masyarakat.(*)
Editor : Thomas Priyandoko