KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Kali ini, lahan gambut seluas 2,42 hektare yang ditumbuhi semak belukar dan pepohonan di RT 16, belakang PLTD, Desa Girimukti, Kecamatan Penajam, hangus dilalap si jago merah pada Rabu (15/7) sore.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, peristiwa kebakaran tersebut diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 15.40 Wita. Laporan resmi kemudian diterima oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD PPU hanya berselang enam menit kemudian, tepatnya pukul 15.46 Wita.
Baca Juga: Tegakkan Budaya Integritas, PLN UIP KLT Teken Komitmen Anti Penyuapan
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten PPU, Nurlaila mengonfirmasi bahwa lahan yang terbakar berada di titik koordinat 1,3406S 116,6735E. Lahan tersebut diketahui milik tiga warga setempat, yakni Suwadji (warga Desa Girimukti), serta Edi Mahmud dan Supriadi (keduanya warga Desa Giripurwa).
"Begitu laporan masuk, tim langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian di belakang PLTD Girimukti dan segera berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait untuk melokalisasi api," ujar Nurlaila dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/7) malam.
Baca Juga: Viral Dugaan Pencurian BBM di Sungai Mahakam, Satpolairud Tangkap Pria Bawa Sajam
Mengingat area yang terbakar merupakan lahan gambut yang rentan membuat api cepat menyebar ke dalam tanah, upaya pemadaman dilakukan secara ekstra. Tim gabungan menerapkan metode pemadaman manual sekaligus penyemprotan intensif menggunakan armada mobil tangki.
Operasi pemadaman ini melibatkan kekuatan penuh dari berbagai unsur, yaitu:
-
DPKP Pos Penajam (1 unit mobil fire)
-
DPKP Pos Petung (1 unit mobil fire)
-
Brigade Karlabun Distan PPU (1 unit mobil pemadam)
-
BPBD PPU (1 unit mobil tangki dan 1 unit mobil operasional)
-
Personel Polres PPU dan Koramil Penajam
-
Satpol PP PPU dan Kapospol Petung
Setelah berjibaku melawan kobaran api dan asap pekat selama kurang lebih tiga jam, tim gabungan akhirnya berhasil menjinakkan api.
"Proses pemadaman dan pendinginan (cooling down) dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 18.40 Wita. Setelah situasi dipastikan aman, tim gabungan kembali ke pos masing-masing," tambah Nurlaila.
Baca Juga: Eks Penyidik Kasus Timah dan BTS 4G, Kuntadi Jadi Calon Kuat Jampidsus Baru
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti munculnya titik api di lahan tersebut masih dalam penyelidikan pihak berwenang. BPBD memastikan bahwa secara visual, kondisi terkini di lokasi kejadian telah padam sepenuhnya dan tidak ada lagi potensi munculnya titik api baru. Namun, warga diimbau untuk tetap waspada mengingat karakteristik lahan gambut yang memerlukan pengawasan ekstra pasca-kebakaran.(*)
Editor : Thomas Priyandoko