KALTIMPOST.ID,PENAJAM–Warga RT 19, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) digegerkan oleh penemuan mayat seorang pria di dalam rumah kontrakan, Senin (20/7/2026) sekira pukul 16.00 Wita.
Korban teridentifikasi bernama Kholid Jaelani (39), seorang wiraswasta asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Jenazahnya ditemukan kali pertama setelah warga sekitar mencurigai aroma tak sedap dan kawanan lalat yang mengerumuni area kontrakan.
Baca Juga: Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Mungkin Ini Penyebabnya yang Gak Kamu Sadari
Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kasihumas Aiptu Syafruddin mengonfirmasi bahwa personel Polsek Penajam bersama Tim Inafis Polres PPU langsung diterjunkan ke lokasi sesaat setelah menerima laporan warga.
"Petugas segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan lokasi, mengumpulkan keterangan saksi, mengamankan identitas korban, serta mengevakuasi jenazah ke RSUD Ratu Aji Putri Botung untuk visum," ujar Syafruddin, Selasa (21/7/2026).
Baca Juga: Sengketa Kemitraan PT AJP, Petani Plasma Samboja Persoalkan Potongan hingga Miliaran Rupiah
Awal penemuan bermula sekira pukul 15.30 Wita, saat seorang warga yang melintas di sekitar lokasi mencium bau tak sedap menyengat. Kecurigaan makin kuat ketika melihat banyaknya lalat di sekitar jendela kamar korban. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada ketua RT setempat.
Bersama warga, ketua RT mengecek langsung ke lokasi. Saat memeriksa pintu kontrakan sekira pukul 16.00 Wita, korban ditemukan sudah tak bernyawa. Kondisi jasad dilaporkan mulai mengeluarkan cairan dan menimbulkan aroma menyengat.
Baca Juga: Prioritaskan Kelompok Baru, DKP Kaltim Salurkan Bantuan Benih dan Pakan ke 63 Pokdakan
Dalam olah TKP, kepolisian mengamankan sejumlah barang pribadi milik korban, di antaranya satu unit telepon genggam dan dompet untuk keperluan penyelidikan.
Syafruddin menambahkan, dari hasil pemeriksaan luar awal, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Namun, kepolisian belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kematian.
Baca Juga: Harga BBM Nonsubsidi Berpeluang Turun Lagi pada Agustus 2026, Bahlil: Sedang Dikaji
"Sebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis menyeluruh atau visum dari RSUD Ratu Aji Putri Botung. Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan tetap menunggu rilis resmi kepolisian," tegasnya.
Proses evakuasi dan pengamanan lokasi melibatkan tim gabungan dari Inafis Polres PPU, personel Polsek Penajam, Pospol Petung, serta warga setempat. Hingga berita ini diturunkan, jenazah masih disemayamkan di ruang jenazah RSUD Ratu Aji Putri Botung guna kepentingan pemeriksaan medis.(*)
Editor : Thomas Priyandoko