PENAJAM– Berdasarkan rekapitulasi data fisik per Januari hingga 10 April 2026 milik Dinas Pertanian PPU, luas lahan sawah eksisting di PPU tercatat menyusut signifikan akibat alih fungsi lahan serta status lahan bera (tidak ditanami). Rincian data tersebut sekaligus memperkuat peta validasi udara milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU terkait banyaknya lahan sawah yang gugur dalam verifikasi Lahan Baku Sawah (LBS).
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian PPU, Gunawan, mengungkapkan bahwa merujuk pada SK Menteri ATR/BPN No. 446.1/SK-PG.03.03/V/2024 serta hasil rapat bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) 2025, luasan awal lahan sawah PPU tercatat sebesar 7.508 hektar.
"Namun, dari hasil rekapitulasi lapangan bersama kelompok tani hingga April 2026, luas eksisting lahan sawah kita yang aktif adalah 6.647,7 hektar," ujar Gunawan, Selasa (21/7/2026). Ia menambahkan, teridentifikasi adanya luasan 871,5 hektar yang telah mengalami alih fungsi, serta sekitar 54,3 hektar lahan dalam kondisi bera. Total lahan eksisting ditambah lahan bera yang tersisa saat ini berada di angka 6.702 hektar. Dinamika perubahan fungsi lahan sawah ini tersebar di empat kecamatan utama PPU.
"Kecamatan Babulu, yang selama ini dikenal sebagai lumbung padi PPU, menjadi wilayah dengan angka alih fungsi tertinggi," jelasnya. Dari potensi awal BPP 2025 sebesar 5.812 hektar, Babulu kini menyisakan lahan eksisting aktif sebesar 5.142 hektar, sementara 696 hektar sisanya telah beralih fungsi.
"Titik alih fungsi terbesar di Babulu terdapat di Desa Sebakung Jaya seluas 180,5 hektar, Sumber Sari 150 hektar, Babulu Rintik 92 hektar, Sri Raharja 89 hektar, Gunung Makmur 76 hektar, dan Babulu Darat 21,5 hektar," rincinya.
Diketahui, kondisi serupa juga terjadi di tiga kecamatan lainnya seperti:
Kecamatan Penajam: Potensi BPP 887,45 ha → Eksisting aktif 843,81 ha, bera 1 ha, dan alih fungsi 70,3 ha (tersebar di Saloloang 25 ha, Sidorejo 22,1 ha, Kampung Baru 12 ha, dan Pejala 8,5 ha).
Kecamatan Waru: Potensi BPP 584,5 ha → Eksisting aktif 502 ha, bera 31,5 ha, dan alih fungsi 59 ha (terbesar di Desa Api-Api seluas 50 ha).
Kecamatan Sepaku: Potensi BPP 224 ha → Eksisting aktif 159,9 ha, bera 21,8 ha, dan alih fungsi 46,2 ha (terbesar di Desa Sukaraja 34 ha dan Wonosari 7,2 ha). (riz)
Editor : Muhammad Rizki