KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperkirakan pergerakan harga pada Minggu IV Juli 2026 berada dalam rentang inflasi melandai sebesar -0,02 hingga 0,12 persen (month-to-month/mtm).
"Angka ini menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan realisasi inflasi bulan Juni 2026 di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang sempat mencatatkan tingkat inflasi sebesar 0,39 persen (mtm)," kata Kepala Bagian Ekonomi dan SDA Sekretariat Daerah Kabupaten PPU, Krisna Aditama, Selasa (28/7/2026).
Ia menyebutkan, bahwa proyeksi ini didasarkan pada hasil survei dan monitoring terhadap 41 komoditas utama. Pemantauan tersebut dilakukan melalui platform Laman Informasi Ekonomi Komoditas Kaltim (LAMIN ETAM) milik Pemprov Kaltim.
Baca Juga: Soal Anggaran Pemekaran Desa di PPU, DPMD Gandeng Kampus Lokal demi Efisiensi
"Komoditas yang dipantau tersebut memiliki bobot sebesar 17 persen terhadap keseluruhan komoditas pembentuk inflasi di PPU," ujarnya.
Ia merincikan, ada tiga komoditas utama yang menjadi penyumbang terbesar potensi kenaikan harga pada periode minggu keempat Juli 2026, yaitu daging ayam, ikan tongkol, dan bawang putih. Untuk komoditas daging ayam, kenaikan harga dipicu oleh keterbatasan pasokan ayam beku dari Pulau Jawa serta pasokan ayam segar dari daerah di sekitar PPU.
"Kondisi ini makin diperberat oleh melambungnya biaya pakan ternak di tengah tingginya permintaan masyarakat," ucapnya.
Baca Juga: DPMD PPU Targetkan Perbup Desa Persiapan Tuntas Akhir Tahun, Ini Peta Pemekaran Wilayahnya
Sementara itu, pasokan ikan tongkol ikut terganggu hingga memicu kenaikan harga akibat menurunnya volume hasil tangkapan nelayan lokal.
"Fenomena cuaca buruk berupa gelombang laut tinggi atau Angin Selatan di perairan PPU menjadi penyebab utamanya," rincinya.
Di sisi lain, bawang putih juga merangkak naik akibat kuota impor yang terbatas, tingginya biaya logistik, serta faktor musim panen.
"Untuk bawang putih, sebagian besar wilayah produsen di luar pulau memang belum memasuki masa panen," jelas Krisna. (*)
Editor : Duito Susanto