PENAJAM – Gerakan Pembudayaan Minat Baca (GPMB) Kalimantan Timur (Kaltim) mengajak masyarakat memandang perkembangan teknologi sebagai peluang untuk memperkuat budaya literasi, bukan ancaman yang harus dihindari. Di tengah meningkatnya penggunaan gawai (gadget) oleh anak-anak dan remaja, pemanfaatan teknologi secara bijak dinilai menjadi kunci membangun kebiasaan membaca di era digital.
Ketua GPMB Kaltim, Syafruddin Pernyata, mengatakan kemajuan teknologi tidak seharusnya dimusuhi. Sebaliknya, masyarakat perlu mengarahkan penggunaan gawai agar memberi manfaat bagi pendidikan dan pengembangan diri.
"Teknologi itu jangan dimusuhi, tetapi dimanfaatkan sebaik-baiknya," ujar Syafruddin, Kamis (30/7).
Ia mengibaratkan gawai seperti sepeda motor yang manfaatnya bergantung pada cara penggunaannya. Menurutnya, teknologi dapat membawa dampak negatif apabila disalahgunakan, tetapi juga mampu menjadi sarana belajar, bekerja, hingga meningkatkan produktivitas jika dimanfaatkan secara tepat.
Baca Juga: GPMB Kaltim Gelar Seleksi Mandiri Lomba Bertutur, Jangkau Daerah yang Terkendala Anggaran
"Sama halnya dengan HP untuk mendukung tugas jurnalistik atau belajar," katanya.
Syafruddin juga menepis anggapan bahwa anak-anak masa kini tidak lagi memiliki minat membaca. Menurutnya, antusiasme terhadap literasi tetap tinggi selama materi yang disajikan relevan dengan kehidupan mereka dan disampaikan melalui pendekatan yang komunikatif.
"Anak-anak tetap menyukai literasi selama materi dan pendekatan yang diberikan sesuai dengan dinamika zaman mereka," terangnya.
Karena itu, GPMB Kaltim mendorong seluruh elemen masyarakat, termasuk orang tua, guru, dan pegiat literasi, untuk memanfaatkan teknologi sebagai media yang mampu mendekatkan anak-anak dengan bahan bacaan dan sumber pengetahuan.
Syafruddin juga mengingatkan agar perbedaan generasi tidak menjadi alasan untuk saling menyalahkan. Menurutnya, setiap generasi tumbuh dalam konteks zaman yang berbeda sehingga dibutuhkan sikap saling memahami dan beradaptasi.
"Orang-orang generasi tua jangan langsung menyalahkan anak Generasi Alpha, begitu juga sebaliknya. Semua hidup di masanya masing-masing dengan keadaan zamannya. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa saling menjembatani dan memanfaatkan teknologi secara positif," pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan