
Oleh:
Syafruddin Pernyata
Tokoh Literasi Kaltim
"Di balik setiap kebijakan besar, selalu ada cerita-cerita kecil yang membuatnya bernapas."
---
SUATU pagi saya berkunjung ke MTs Al Misra di Jalan Emboen Suryana, Kecamatan Sambutan, Samarinda. Letaknya cukup jauh dari pusat kota. Mayoritas siswanya berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi sederhana. Iuran sekolah hanya Rp75 ribu per bulan, tetapi masih banyak yang menunggak. Meski demikian, selama dua dekade berdiri, madrasah ini mampu mempertahankan tingkat kelulusan 100 persen.
Karena mengenal beberapa gurunya, saya ingin melihat secara langsung bagaimana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan di sana. Saya datang bukan untuk menilai keberhasilan program, melainkan sekadar mengamati bagaimana kebijakan itu hadir dalam kehidupan sehari-hari.
Namun dari ruang makan sederhana itulah saya justru membawa pulang pelajaran yang jauh lebih besar daripada sekadar urusan makanan.
Jam istirahat baru saja dimulai ketika para siswa memasuki ruang makan. Mereka duduk rapi di depan nampan masing-masing yang telah berisi nasi putih, sepotong paha ayam goreng, dua potong tahu berbumbu, tumisan sawi putih, wortel dan jagung, serta sebiji pisang.
Menu itu memang sederhana, tetapi memenuhi prinsip gizi seimbang.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




