PENAJAM– Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersiap melakukan kegiatan normalisasi dan pembersihan kawasan di seputaran Bendung Lawe-Lawe. Upaya ini untuk mengoptimalkan potensi sumber air baku di wilayah tersebut yang memiliki luas mencapai 17 hingga 18 hektare.
Upaya pengoptimalan kawasan Bendung Lawe-Lawe ini mendapat dukungan langsung dari PT Pertamina melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bernilai Rp350 juta. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekkab PPU, Nicko Herlambang, menjelaskan bahwa bantuan CSR dari perusahaan migas tersebut dialokasikan secara spesifik untuk memenuhi kebutuhan operasional pengerjaan di lapangan.
"Dana bantuan CSR dari Pertamina sebesar Rp350 juta ini dialokasikan untuk bantuan bahan bakar minyak (BBM) proses normalisasi," ujar Nicko, ditemui usai meninjau langsung lokasi Bendung Lawe-Lawe, Kamis (6/8/2028).
Baca Juga: Proyek Jargas di Samarinda Dekati Rampung, Dapat Tambahan Kuota 100 SR, Usul lagi untuk Tahun Depan
Nicko menegaskan, optimalisasi kawasan Bendung Lawe-Lawe memegang peranan strategis dalam menjaga ketersediaan pasokan air. Apabila penataan dan normalisasi lahan seluas 17–18 hektare tersebut dapat direalisasikan secara maksimal, pemanfaatan sumber air masyarakat akan jauh lebih efektif.
Terkait jadwal pelaksanaan di lapangan, Pemkab PPU saat ini sedang merampungkan seluruh tahapan administrasi tertulis sebelum menerjunkan alat berat ke lokasi. "Nanti kita lengkapi dulu administrasi tertulisnya, baru kemudian pengerjaan fisiknya berjalan. Diperkirakan sekitar dua sampai tiga minggu dari sekarang," jelasnya.
Saat ini pihak, Pemkab PPU tengah menyusun dokumen permohonan resmi serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang melampirkan rincian detail item pengerjaan. Nicko memastikan bahwa proses normalisasi tahap awal ini fokus pada pembersihan areal dan tidak akan mengganggu infrastruktur vital di sekitar kawasan. "Prinsipnya, apa yang dikerjakan di sana tidak mengganggu keberadaan pipa dan jaringan lainnya, karena ini murni pembersihan areal," pungkas Nicko. (riz)
Editor : Muhammad Rizki