Pemkab PPU Perkuat Ketahanan Pangan, Antisipasi Kemarau Panjang dan Tekan Inflasi

Ahmad Maki • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 02:50 WIB
Capacity Building TPID PPU 2026.
Capacity Building TPID PPU 2026.

KALTIMPOST.ID-Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah ancaman kemarau panjang yang berpotensi memengaruhi produksi pertanian.

Salah satunya melalui Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) PPU 2026 di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Petung, Rabu (12/8).

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian PPU Gunawan mengatakan, kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas komoditas pangan melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP).

“Upaya ini merupakan bagian dari program Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) untuk mendongkrak produktivitas, efisiensi usaha, serta kualitas hasil produksi komoditas pangan strategis di PPU,” kata Gunawan, Sabtu (15/8).

Baca Juga: Bupati Kubar Lepas Ribuan Peserta Pawai Obor, Lanjut Pimpin Pelipatan Merah Putih

Selain meningkatkan produktivitas pertanian, Pemkab PPU mendorong pemanfaatan pekarangan rumah untuk membudidayakan beragam sayuran.

Langkah tersebut diharapkan mempercepat produksi sekaligus memperkuat kemandirian pangan keluarga.

Sesuai arahan Sekkab PPU Tohar optimalisasi pekarangan oleh keluarga dapat membantu mengurangi beban pemerintah dalam menyediakan komoditas pangan sekaligus menjaga stabilitas harga.

Gerakan tersebut juga disiapkan untuk mengantisipasi peringatan dini BMKG mengenai kemarau panjang yang disebut berpotensi berlangsung hingga November 2026 dan memengaruhi hasil produksi pertanian.

Melalui pendekatan urban farming dan teknologi sederhana, seperti budidaya tanaman dalam pot, masyarakat didorong tetap mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangan harian keluarga di tengah tantangan iklim.

Pemkab PPU juga menilai pendampingan menjadi faktor penting. Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dan Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) diharapkan memberikan pendampingan teknis ketika masyarakat menghadapi kendala budidaya.

Baca Juga: Penumpang KM Bukit Siguntang Ditemukan Meninggal setelah Tiga Hari Pencarian di Perairan Balikpapan

“Gerakan urban farming ini perlu dimasifkan di seluruh wilayah PPU dengan mengandalkan sinergi dan kolaborasi berbagai pihak,” ujar Gunawan.

Gerakan tersebut akan melibatkan Tim Penggerak PKK, Dasawisma, Kelompok Wanita Tani (KWT), kelompok tani, sekolah, hingga perangkat daerah terkait.

Kolaborasi itu diharapkan membuat pengendalian inflasi tidak hanya bertumpu pada intervensi harga dan distribusi.

Penguatan produksi dari tingkat rumah tangga juga menjadi bagian dari strategi menjaga pasokan dan ketahanan pangan daerah. (rd)

Editor : Romdani.
penajam paser utara ibu kota nusantara Pemkab PPU 2025 ketahanan pangan Kutai Barat