Pertajam Arah Pembangunan Desa, DPMD PPU Gelar Konsultasi Publik
Ahmad Maki • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 18:22 WIB
SERIUS: DPMD menggelar Konsultasi Publik dan Ekspose Indeks Desa di Aula Lantai III Kantor Bupati PPU bersama ratusan aparatur tingkat atas dan bawah, Senin (24/8/2026).
PENAJAM– Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar Konsultasi Publik dan Ekspose Indeks Desa 2026. Kegiatan dihelat di Aula Lantai III Kantor Bupati PPU, Senin (24/8/2026).Diikuti 134 peserta dalam kegiatan ini, forum ini digelar sebagai wadah evaluasi sekaligus penyelerasan arah pembangunan desa agar lebih tepat sasaran. Adapun peserta yang hadir meliputi jajaran ASN Pemkab PPU, camat, kepala desa, lurah, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pengurus BUMDes, TP PKK, hingga pendamping desa dan perwakilan Posyandu.Kepala DPMD PPU, Tita Deritayati, menegaskan pentingnya pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan riil lapangan. Menurutnya, setiap desa di PPU memiliki potensi dan tantangan yang unik sehingga tidak bisa diseragamkan."Pembangunan desa membutuhkan sinergi, inovasi, dan kolaborasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami berharap forum ini bukan sekadar formalitas, melainkan momentum untuk memperkuat kerja sama menuju desa yang mandiri dan sejahtera," ujar Tita, dalam sambutannta, saat membuka acara.Tita juga menekankan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh melumpuhkan semangat pembenahan. DPMD PPU membuka pintu bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan masukan.“Baik itu masukkan selama forum berlangsung maupun secara tertulis setelah kegiatan,” ujarnya. Sementara itu, Sekretaris DPMD PPU, Alam Perwiranegara juga menjelaskan, bahwa agenda ini difokuskan untuk menyerap aspirasi publik demi meningkatkan kualitas pelayanan DPMD. Hasil dari forum ini akan dituangkan ke dalam berita acara kesepakatan yang menjadi acuan perbaikan ke depan.“Selain paparan mengenai Indeks Desa 2026, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif bersama narasumber yang memaparkan materi terkait kelembagaan sosial budaya, tata kelola pemerintahan desa, hingga strategi pendampingan program pembangunan,” sambungnya. (*) Editor : Ismet Rifani