KALTIMPOST.ID,PENAJAM–Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan lahan gambut tipis serta semak belukar di Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Jumat (28/8) sore. Kobaran api yang membakar area seluas kurang lebih 3 hektare tersebut mengharuskan tim gabungan berjibaku melakukan pemadaman hingga Sabtu (29/8) dini hari.
Peristiwa yang melahap area di RT 16 (Jalan Sosial) dan RT 19 (Jalan Hafco) ini pertama kali dilaporkan warga ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU pada pukul 16.24 Wita. Hingga kini, penyebab pasti munculnya titik api masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.
Baca Juga: Kemarau Panjang dan Bayang-Bayang Karhutla, Warga Long Kali Paser Gelar Salat Istisqa
Proses pemadaman melibatkan armada lintas instansi, mulai dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Pos Babulu, BPBD PPU, Brigade Karlabun Dinas Pertanian, BWS Kalimantan IV Samarinda, hingga perusahaan swasta seperti PT STN dan PT SBSL. Suplai air terus dikerahkan guna mengisolasi pergerakan api di atas tanah gambut.
Penanganan di lapangan dihentikan sementara pada pukul 01.00 WITA. Kendati begitu, secara visual masih menyisa beberapa titik kepulan asap di area terdampak.
Baca Juga: Boleh Jadi Menteri tapi Haram Rangkap Jabatan Politik? Ini Hasil Kompromi Muktamar NU Jombang
Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, menyampaikan bahwa penyisiran lanjutan dijadwalkan kembali pagi ini untuk memastikan titik api sepenuhnya padam.
"Pemadaman dan pendinginan dihentikan dini hari tadi. Pagi ini tim gabungan kembali melakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan seluruh titik asap benar-benar padam," kata Nurlaila.(*)
Editor : Thomas Priyandoko