KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Dampak musim kemarau yang melanda Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), khususnya di Kecamatan Waru, memicu keprihatinan bersama. Guna memohon berkah hujan, masyarakat bersama unsur pemerintah dan tokoh agama menggelar Salat Istisqa di Lapangan Mini Soccer Kecamatan Waru, awal September 2026 ini.
Dalam pelaksanaan ibadah tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Waru, PPU, Ady Gunawan, bertindak langsung sebagai imam sekaligus khatib.
Baca Juga: Jembatan Pulau Balang dan Jawaban atas Ketimpangan Ekonomi PPU
Dalam khutbahnya, Ady mengajak jamaah menjadikan kondisi kekeringan ini sebagai momentum untuk bermuhasabah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia menyoroti fenomena kemarau di Kalimantan yang tak hanya mengancam ketersediaan air bersih, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta mengganggu kesehatan masyarakat.
"Kemarau ini hendaknya tidak hanya kita lihat sebagai fenomena alam, tetapi juga menjadi momentum untuk bermuhasabah. Mari perbanyak istighfar, perbaiki hubungan dengan sesama, tunaikan hak-hak mereka, serta jaga lingkungan. Semoga dengan kerendahan hati dan doa bersama, Allah SWT menurunkan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua," ujar Ady.
Baca Juga: Ribuan Siswa di Kaltim Belajar dari Rumah Imbas Karhutla, Hetifah: Jangan Pertaruhkan Kesehatan Anak
Ia menambahkan, memperbanyak istighfar merupakan bagian penting dari ikhtiar memohon hujan, sebagaimana termaktub dalam Surah Nuh ayat 10–12. Bagi Ady, Salat Istisqa tidak sebatas ritual meminta hujan, melainkan ajakan memperbanyak infak-zakat, memaafkan sesama, dan menjaga kelestarian alam.
Melalui ibadah ini, jamaah turut memanjatkan doa agar kabut asap segera hilang, karhutla dapat terpadamkan, dan masyarakat terdampak diberikan kesehatan serta ketabahan.(*)
Editor : Thomas Priyandoko