Ini Jadwal PPU Fest 2026 di Alun-Alun Penyembolum, Hadirkan Kiki Pantura dan UMKM Kreatif

Ahmad Maki • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 09:59 WIB
Kabid Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudpar PPU - Yudhistira
Kabid Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudpar PPU - Yudhistira

KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata berkolaborasi dengan Komite Ekonomi Kreatif siap menggelar ajang Penajam Paser Utara Fest 2026 pada 18-19 September mendatang di Alun-Alun Penyembolum.

Perhelatan tahunan ini semula diagendakan berlangsung pada Juli lalu, tetapi diputuskan bergeser ke pertengahan September. Alun-Alun Penyembolum di kawasan Kantor Bupati PPU dipilih menjadi pusat seluruh rangkaian kegiatan pesta rakyat tersebut.

Baca Juga: Carut-Marut Bantuan Tani dan Perizinan Perkebunan, Distan PPU Janji Penataan Total

Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudpar PPU, Yudhistira, menjelaskan bahwa PPU Fest tahun ini dikemas lebih bersahaja. Pemerintah daerah memprioritaskan prinsip kebersamaan dari masyarakat dan untuk masyarakat luas.

"Untuk PPU Fest tahun ini kami berkolaborasi dengan Komite Ekraf. Mengingat keterbatasan anggaran dan kondisi fiskal yang ada, kami memang tidak membuat acara yang semegah-megahnya atau seheboh tahun-tahun sebelumnya. Tapi kami ingin menghadirkan konsep pesta rakyat mewakili masyarakat," ujar Yudhistira.

Alokasi pendanaan untuk agenda dua hari tersebut dipatok sebesar Rp200 juta yang bersumber dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Meski mengandalkan anggaran terbatas, Disbudpar PPU memilih tidak mengajukan proposal sponsor ke perusahaan-perusahaan swasta.

Baca Juga: Masker Langka saat Erupsi Anak Krakatau, Kemenkes Ancam Penimbun dengan Sanksi Pidana

Langkah ini diambil agar kegiatan tetap mandiri dan berfokus menyuguhkan hiburan warga Penajam Paser Utara. Keterbatasan dana justru memacu tim pelaksana meramu acara yang padat manfaat dan tetap meriah.

"Dengan keterbatasan anggaran, bukan berarti kita tidak bisa melakukan apa-apa. Inilah yang kita coba hadirkan untuk masyarakat," tegas Yudhistira.

Komite Ekraf PPU memegang kendali teknis operasional di lapangan selama acara berlangsung. Fokus utama kegiatan diarahkan untuk membuka ruang gerak seluas-luasnya bagi para pelaku usaha lokal.

Baca Juga: Empat Pejabat Kejagung Disebut Terima Rp40 Miliar dari Pengusaha Tan Kia, Begini Jawaban Kapuspenkum

Sebanyak enam stan utama dialokasikan khusus bagi pelaku ekonomi kreatif di sektor kriya, busana, serta kuliner. Fasilitas ini melengkapi keterlibatan puluhan pelaku UMKM lain yang tersebar di wilayah PPU.

Penyelenggaraan PPU Fest 2026 juga dirangkaikan dengan program One Village One Product (OVOP) yang digerakkan Komite Ekraf. Program penguatan produk khas desa tersebut telah berjalan lebih dulu sebelum memasuki hari puncak festival.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang kerap memboyong musisi ibu kota, panggung PPU Fest 2026 dipersiapkan murni bagi talenta Kalimantan Timur. Penyelenggara berkomitmen mengangkat derajat kelompok seni daerah ke panggung terhormat.

"Untuk hiburan, kita tidak menggunakan artis luar Kaltim. Kita lebih menguatkan pada potensi lokal, yaitu pengisian acara dari lima band lokal serta sanggar-sanggar tari lokal," ungkap Yudhistira.

Puncak kemeriahan panggung bakal diisi oleh kolaborasi spesial EQ Nusantara bersama Kiki Pantura. Sederet grup musik lokal seperti Vanilla, Ctoss, Plat Merah, Jkopi, Nusantara Entertainment, dan Entero juga dipastikan tampil bergantian.

Baca Juga: Mabuk dan Emosi Makanan Telat Diantar, Pemuda di Samarinda Seberang Aniaya Pacar hingga Pingsan

Kemeriahan kian bertambah dengan penampilan sanggar tari Pertiwi, Borneo Benuo Taka, hingga Sanggar Seni Luar Biasa. Kehadiran ragam sanggar seni ini menegaskan kekayaan tradisi lokal yang siap memikat seluruh pengunjung.

Agenda tahunan ini sekaligus membuktikan ruang apresiasi seni daerah dan roda ekonomi warga tetap bergairah di tengah efisiensi anggaran. (*)

Editor : Dwi Restu A
ppu fest 2026 alun-alun penyembolum kiki pantura penajam paser utara umkm