Perjuangkan Pelabuhan Nenang dan Jembatan Sungai Riko, Bupati PPU Sambangi Kemenkoinfra  

Ahmad Maki • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 13:20 WIB
Bupati PPU Mudyat Noor presentasi di Kemenkoinfra. (IST)
Bupati PPU Mudyat Noor presentasi di Kemenkoinfra. (IST)  

 

KALTIMPOST.ID, JAKARTA - Mempercepat pembangunan daerah, Bupati PPU, Mudyat Noor, melakukan kunjungan audiensi ke Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah di Gedung Kemenkoinfra, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Berhelat di ruang rapat lantai IV, Mudyat memaparkan berbagai potensi unggulan daerah sekaligus membawa deretan proposal penunjang pembangunan infrastruktur prioritas. Meliputi beberapa proyek kunci seperti peningkatan konektivitas Jembatan Riko, pembangunan Pelabuhan Nenang, revitalisasi embung, inpres jalan daerah, hingga optimalisasi fungsi Bandara VVIP.

Baca Juga: Pinjaman di BPD Kaltim Sisa Rp 83 Miliar, Pemkab PPU Target Lunas Sebelum Akhir Tahun

Dari sejumlah usulan yang diajukan, proyek pembangunan Pelabuhan Nenang dan Jembatan Riko mendapat penekanan khusus. Kedua infrastruktur ini dinilai memegang peranan penting sebagai penggerak utama roda perekonomian masyarakat PPU ke depan.

Mudyat menjelaskan, salah satunya, kehadiran Pelabuhan Nenang nantinya diyakini mampu memberikan multiplier effect yang luar biasa bagi perekonomian regional.

“Sebab, letak geografis pelabuhan tersebut sangat ideal dan dipastikan tidak mengganggu alur pelayaran kapal di kawasan Teluk Balikpapan,” jelas Mudyat.

Baca Juga: Imbas El Nino Kerek Harga Pangan, Disdag Balikpapan Wanti-wanti Distributor Soal HET  

Melalui audiensi ini, Pemkab PPU berharap mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat agar usulan-usulan pembangunan tersebut dapat segera terealisasi demi mewujudkan pemerataan ekonomi dan pembangunan yang berkelanjutan di PPU.

Senada, Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) PPU, Ade Embongbulan, menyoroti pentingnya proyek pembangunan Jembatan Sungai Riko yang diproyeksikan menjadi simpul utama konektivitas antar wilayah sekaligus penggerak ekonomi regional.

Baca Juga: Peringatkan Mahasiswa Poltekkes Kaltim, KPK Sebut Korupsi Besar Berawal dari Petty Corruption

Berdasarkan orientasi perencanaan, Jembatan Sungai Riko ini dirancang untuk memperlancar mobilitas orang dan arus logistik, serta mendukung distribusi barang kebutuhan pokok, hasil pertanian, hingga perikanan.

Selain itu, keberadaan jembatan ini juga memegang peran strategis dalam memperkuat akses masyarakat terhadap layanan ekonomi dan sosial.

“Dari sisi makro, Pelabuhan Nenang disiapkan sebagai pintu masuk strategis yang dapat mengurai kepadatan lalu lintas laut di Teluk Balikpapan. Sedangkan Jembatan Sungai Riko untuk menopang konektivitas wilayah PPU dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan kawasan sekitarnya,” kata Ade, dikonfirmasi, Jumat (25/9/2026).

Baca Juga: Produksi Sayur Balikpapan Anjlok 60 Persen, DKP3 Siapkan Sumur Bor Darurat

Ia menerangkan beberapa poin manfaat strategis dari pembangunan Pelabuhan Nenang yaitu dapat memperkuat rantai pasok logistik dan ketahanan pangan daerah. Mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Poin lainnya juga membuka peluang investasi dan pengembangan kawasan serta mendukung pemerataan pembangunan di wilayah pesisir dan hinterland (pedalaman),” terangnya.

Ia berharap dengan posisi geografisnya yang dinilai sangat strategis, pembangunan infrastrukturdi PPU ini dapat segera terwujud untuk menghubungkan berbagai potensi daerah di PPU. (*)

Editor : Sukri Sikki
investasi pemkab ppu infrastruktur Mudyat Noor pembangunan