KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Pemerintah Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mulai merealisasikan program Tangguh RT yang merupakan bagian dari visi-misi Bupati PPU, Mudyat Noor.
Program berbasis pemberdayaan masyarakat ini fokus pada peningkatan sarana dan prasarana lingkungan, termasuk pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU).
Baca Juga: Pemkot Balikpapan Tahan Lonjakan Harga Beras Kemarau lewat Gerakan Pangan Murah
Lurah Nenang, Irfat Budi Santoso menjelaskan bahwa program Tangguh RT mencakup berbagai kegiatan. Mulai dari pemeliharaan jalan, drainase, pembangunan posyandu, hingga pos ronda dan PJU.
“Untuk pengadaan PJU di Kelurahan Nenang, total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp238 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan, kata Irfat, dikonfirmasi, Minggu (27/9/2026).
Baca Juga: Disdikbud Kutim Targetkan Satu Guru Inklusi di Setiap Sekolah
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaannya, Kelurahan Nenang mendapatkan alokasi sebanyak 85 titik lampu solar cell (tenaga surya) yang akan dipasang mulai dari jalan utama hingga kawasan perkampungan. Mengingat total Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Nenang berjumlah 16 RT dan untuk menghindari ketimpangan anggaran, bantuan PJU ini dibagi secara merata ke 15 RT.
Sementara itu, satu RT lainnya dialokasikan sebesar Rp30 juta khusus untuk pemeliharaan pos ronda. “Jika dihitung secara merata, setiap RT yang mendapatkan jatah PJU akan menerima sekitar 5 hingga 6 titik lampu,” rincinya.
Irfat menegaskan bahwa penentuan titik pemasangan PJU dilakukan melalui koordinasi langsung dengan pengurus RT setempat. Prioritas utama diberikan kepada kawasan yang dinilai rawan gelap, rawan kecelakaan, serta berpotensi memicu tindak kejahatan.
"Yang jelas yang rawan, seperti di jalan di RT 4. Contohnya di Jalan Gunung Ulin yang gelap karena tidak ada lampu penerangan sama sekali. Kedua, sebagian di RT 2. Itu yang prioritas karena rawan kecelakaan dan dikhawatirkan rawan kejahatan," jelasnya.
Baca Juga: DPRD Kutim Soroti Perbedaan SiLPA 2025, Ada Selisih Rp27,78 Miliar dalam Dokumen Anggaran
Menurutnya, keberadaan PJU ini tidak hanya berfungsi menekan angka kriminalitas, tetapi yang utama adalah meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas akibat minimnya penerangan di malam hari.
Disinggung terkait ideal atau tidaknya jumlah lampu tersebut, Irfat menyebut bahwa program Tangguh RT ini bertindak sebagai pendukung untuk mengisi titik-titik yang belum terakomodasi oleh Dinas Perkimtan maupun Dinas Perhubungan.
Ia juga menambahkan bahwa Kecamatan Penajam memiliki regulasi pelaksanaan PJU yang ketat, dan Kelurahan Nenang menjadi salah satu wilayah yang sukses menganggarkan pengadaan ini secara terpadu melalui APBD Perubahan, setelah sebelumnya sempat mengalami penyesuaian juknis dari 90 titik menjadi 85 titik.
"Ini baru pertama kalinya dilaksanakan di kelurahan, karena anggarannya memang peruntukan dari pusat dan harus dikerjakan langsung oleh kelurahan," tambahnya.
Ke depannya, lanjutnya, pihak kelurahan membuka peluang bagi RT yang belum terakomodasi untuk mengajukan permohonan serupa pada tahun anggaran berikutnya, dengan fokus lanjutan pada pemeliharaan jalan dan pembangunan pos ronda. (*)
Editor : Sukri Sikki