KALTIMPOST.ID,JAKARTA–Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menunjukkan aksi simpatik yang menyedot perhatian dunia menjelang kick-off Piala Dunia 2026. Pemimpin perempuan pertama dalam sejarah 200 tahun Meksiko tersebut menepati janjinya untuk tidak menghadiri laga pembuka dan memilih menghibahkan tiket VVIP miliknya kepada warga biasa.
Tidak tanggung-tanggung, tiket resmi dengan nomor seri 00001 untuk laga pembuka antara Meksiko melawan Afrika Selatan di Stadion Azteca pada 11 Juni mendatang itu diserahkan kepada Yolett Cervantes Cuaquehua, seorang gadis pribumi berusia 21 tahun asal negara bagian Veracruz.
Yolett berhasil mendapatkan tiket super langka tersebut setelah menyisihkan deretan peserta lain dalam kontes kemahiran mengolah bola (ball-handling skills) yang dinilai langsung oleh tim juri bentukan pemerintah.
Baca Juga: Nekat Siasati Jadwal Ketat, Gelandang Timnas AS Tinggalkan Skuad Piala Dunia demi Naik Pelaminan
"Mereka adalah kebanggaan Meksiko. Kehadiran mereka di stadion tidak untuk mewakili presiden atau kepala pemerintahan, melainkan mewakili seluruh rakyat Meksiko," tegas Presiden Sheinbaum dalam konferensi pers resmi di istana negara, Sabtu (30/5) WIB.
Selain tiket utama milik presiden, pemerintah Meksiko juga membagikan tiket pertandingan di tiga kota penyelenggara (Mexico City, Guadalajara, dan Monterrey) kepada tiga atlet amatir berprestasi lainnya yang berusia 16, 22, dan 23 tahun.
"Terima kasih banyak karena telah memedulikan dan mempertimbangkan kami (rakyat kecil)," ungkap Yolett dengan haru saat menerima tiket tersebut langsung dari tangan sang presiden.
Baca Juga: Daftar Lengkap 26 Pemain Argentina di Piala Dunia 2026! Messi Masih Jadi Andalan
Picu Pro dan Kontra
Langkah berani Sheinbaum ini sebenarnya sudah ia rencanakan sejak Maret lalu. Ia menegaskan ingin memberikan panggung dan sorotan utama dunia kepada generasi muda, khususnya pesepak bola perempuan di Meksiko, ketimbang para pejabat VIP.
Sebagai gantinya, orang nomor satu di Meksiko itu berencana membaur bersama masyarakat umum untuk menyaksikan laga perdana tersebut melalui layar raksasa di Fan Fest yang didirikan di Zócalo, alun-alun utama ibu kota.
Meski banjir pujian karena dinilai sangat populis dan berpihak pada rakyat, keputusan Sheinbaum ini tidak lepas dari kritik tajam di dalam negeri. Sejumlah pengamat dan oposisi menilai tindakan absennya kepala negara di laga pembuka pesta bola dunia adalah sebuah kerugian besar.
Baca Juga: Kabar Buruk untuk Argentina, Lionel Messi Cedera di Tengah Persiapan Piala Dunia 2026
Meksiko dianggap kehilangan momentum emas diplomatik untuk mempromosikan citra dan pengaruh negara di hadapan para pemimpin dunia yang hadir.(*)
Editor : Thomas Priyandoko