Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Aturan Baru FIFA di Piala Dunia, Larang Pemain Tutup Mulut hingga Batasi Waktu Lemparan ke Dalam

Ari Arief • Senin, 1 Juni 2026 | 08:05 WIB
BERBICARA: Wasit Daniele Orsato berdialog dengan Lionel Messi dalam laga semifinal Piala Dunia 2022.(AP)
BERBICARA: Wasit Daniele Orsato berdialog dengan Lionel Messi dalam laga semifinal Piala Dunia 2022.(AP)

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA–Kurang dari dua pekan menjelang kick-off Piala Dunia dengan format baru 48 tim, FIFA resmi merilis gebrakan aturan baru yang sangat ketat bagi para pengadil lapangan. Kali ini, FIFA berfokus penuh untuk menjaga tempo permainan dan memberantas segala bentuk aksi buang-buang waktu (time-wasting).

Salah satu poin paling krusial dan terbaru yang menjadi sorotan adalah larangan keras bagi pemain untuk menutup mulut saat berbicara dengan lawan dalam situasi konfrontatif. Jika melanggar, wasit tidak akan segan-segan langsung mengusir pemain tersebut dengan kartu merah.

Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menegaskan bahwa langkah ekstrem ini diambil demi menjaga kelancaran pertandingan. "Kami terus berupaya mencapai tujuan utama, yaitu sebisa mungkin melenyapkan segala hal yang dapat merusak tempo pertandingan," kata Collina, Senin (1/6).

Baca Juga: Kejutan Jelang Piala Dunia 2026, Mauricio Pochettino Tunjuk Tim Ream Jadi Kapten Tertua Timnas AS

Aturan Ketat "Hitung Mundur 5 Detik" dan Sanksi Kartu Merah

Selain regulasi tutup mulut, FIFA juga memperkenalkan serangkaian aturan baru lainnya untuk mempercepat jalannya laga. Yaitu, hitungan mundur 5 detik wasit akan menerapkan hitungan mundur visual selama lima detik untuk tendangan gawang dan lemparan ke dalam.

Jika tendangan gawang melewati batas waktu, tim lawan akan dihadiahi tendangan sudut. Sementara jika lemparan ke dalam melanggar batas waktu, hak lemparan akan berpindah ke tim lawan.

Protes berujung kartu merah pemain yang meninggalkan lapangan dengan ekspresi marah akibat tidak terima dengan keputusan wasit dapat langsung diganjar kartu merah.

Baca Juga: Lolos Piala Dunia, Timnas Haiti Jadi Simbol Harapan Baru di Tengah Krisis

Batasan waktu pergantian pemain  yang digantikan wajib keluar lapangan dalam waktu maksimal 10 detik, kecuali dalam situasi khusus seperti cedera atau masalah keamanan.

Terkait aturan tutup mulut, FIFA mengklarifikasi bahwa pemain yang menutup mulut dengan tangan, lengan, atau jersi saat situasi memanas akan langsung diusir. Namun, percakapan biasa yang tidak konfrontatif tetap diizinkan.

"Jika situasinya konfrontatif... itu cerita yang sama sekali berbeda," tegas Collina.

Perluasan Peran VAR

Baca Juga: Alami Paceklik Gol Terburuk Sepanjang Karier, Christian Pulisic Tetap Pede Tatap Piala Dunia

FIFA juga memperjelas dan memperluas protokol Video Assistant Referee (VAR) dalam beberapa aspek krusial. Seperti, VAR kini bisa digunakan untuk meninjau kartu merah yang lahir akibat kesalahan kartu kuning kedua yang jelas-jelas keliru.

VAR dapat mengintervensi jika terjadi kesalahan identifikasi pemain yang menerima kartu, dan kesalahan dalam pemberian tendangan sudut kini juga bisa ditinjau ulang oleh VAR.

VAR berhak memeriksa pelanggaran jelas oleh tim penyerang sebelum bola dinyatakan aktif (in play) pada situasi tendangan sudut atau tendangan bebas yang berdampak langsung pada terjadinya gol, penalti, atau sanksi disiplin.

Baca Juga: Lionel Messi Masuk Skuad Piala Dunia Argentina, Pelatih Scaloni Tepis Kekhawatiran Cedera

Meski FIFA sangat menuntut permainan yang cepat dan minim drama buang waktu, bukan berarti durasi pertandingan akan memendek. FIFA memastikan bahwa kebijakan water break selama tiga menit di pertengahan masing-masing babak akan tetap diberlakukan di setiap pertandingan.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#aturan baru #piala dunia 2026 #wasit #fifa