Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Andi Harun Punya Prediksi Tak Biasa untuk Final Piala Dunia 2026

M Hafiz Alfaruqi • Minggu, 14 Juni 2026 | 19:19 WIB
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (HAFIZ ALFARUQI/KALTIM POST)
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (HAFIZ ALFARUQI/KALTIM POST)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Wali Kota Samarinda Andi Harun memiliki prediksi tersendiri mengenai peta persaingan Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Di tengah kesibukannya sebagai kepala daerah, Andi Harun mengaku tetap mengikuti perkembangan turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut. Bahkan, ia telah memiliki perkiraan mengenai dua tim yang berpeluang tampil di partai final.

Menurutnya, peluang setiap negara tidak bisa dinilai hanya berdasarkan sejarah atau prestasi pada edisi sebelumnya. Ia menilai setiap Piala Dunia memiliki karakteristik berbeda yang dipengaruhi banyak faktor.

Baca Juga: Hyatt Place Semarang Hadir di POJ City, Siapkan 154 Kamar dan Lengkapi Ekosistem Bisnis hingga Hospitality

“Sebenarnya karena saya juga orang olahraga, cara membacanya tidak bisa bersifat statis dari satu Piala Dunia ke Piala Dunia yang lain. Ada banyak faktor yang harus diperhatikan,” ujarnya, Sabtu (13/6).

Andi Harun menjelaskan, lokasi penyelenggaraan hingga perkembangan kompetisi domestik di berbagai negara menjadi faktor penting dalam mengukur kekuatan peserta. Ia juga mencermati perkembangan sejumlah liga elite Eropa, seperti Liga Jerman, Liga Italia, Liga Spanyol, dan Liga Inggris.

Namun, perhatian utamanya tertuju pada sejumlah perubahan regulasi yang diterapkan FIFA pada turnamen kali ini. Menurutnya, aturan baru tersebut akan memengaruhi ritme permainan dan peluang tim untuk melangkah jauh.

“Saya menarik hipotesis bahwa yang akan sampai di final adalah tim yang paling cepat menyesuaikan diri terhadap rule atau peraturan pertandingan yang baru. Banyak yang berubah di Piala Dunia saat ini,” katanya.

Salah satu perubahan yang disorot adalah penerapan batas waktu yang lebih ketat dalam beberapa situasi pertandingan, termasuk saat lemparan ke dalam. Kondisi itu membuat tempo permainan semakin cepat dan menuntut kesiapan fisik yang lebih tinggi.

Karena itu, ia menilai tim yang memiliki kecepatan bermain, stamina kuat, serta kemampuan beradaptasi dengan intensitas pertandingan akan memiliki keuntungan lebih besar.

Baca Juga: Komoditas Kakao Berau Dinilai Prospektif, DPRD Minta Penguatan Kelompok Tani

“Artinya, tim yang paling memungkinkan beradaptasi adalah tim yang punya speed tinggi dan bermain dengan tempo tinggi,” jelasnya.

Berdasarkan pengamatannya, Jerman dan Inggris merupakan dua negara yang paling sesuai dengan tuntutan permainan modern tersebut. Kedua tim dinilai memiliki perpaduan kualitas teknik, kekuatan fisik, dan kedalaman skuad yang memadai untuk bersaing hingga akhir turnamen.

“Oleh sebab itu, perkiraan saya antara Jerman dan Inggris yang akan masuk ke final. Karena dengan peraturan pertandingan FIFA yang baru ini tidak cukup lagi bicara tentang teknik, tetapi juga menyangkut kekuatan fisik dan stamina untuk menyesuaikan ritme pertandingan,” tegasnya.

Meski menjagokan Jerman dan Inggris melaju ke partai puncak, Andi Harun belum ingin memprediksi siapa yang akan keluar sebagai juara dunia. Menurutnya, perjalanan turnamen masih panjang dan berbagai kejutan masih sangat mungkin terjadi.

“Soal siapa nanti juaranya, kita uji dulu di antara dua negara ini,” pungkasnya. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#piala dunia 2026 #inggris #jerman #fifa #andi harun