Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Dramatis! Ekuador Kejutkan Jerman 2-1, Lolos Dramatis ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Thomas Priyandoko • Jumat, 26 Juni 2026 | 08:26 WIB
Ekuador bangkit dan kalahkan Jerman dengan skor 2-1. (Foto: Mauro Pimentel/AFP)
Ekuador bangkit dan kalahkan Jerman dengan skor 2-1. (Foto: Mauro Pimentel/AFP)

 

KALTIMPOST.ID, NEW YORK – Ekuador menciptakan salah satu kejutan terbesar di fase grup Piala Dunia 2026. Sempat tertinggal lebih dulu, La Tri bangkit untuk menumbangkan Jerman 2-1 pada laga terakhir Grup E di New York/New Jersey Stadium, Jumat (26/6) WIB.

Kemenangan ini menjadi penebusan sempurna bagi Ekuador yang sebelumnya berada di ujung tanduk usai kalah dari Pantai Gading dan hanya bermain imbang melawan Curacao. Tiga poin krusial tersebut mengantarkan mereka melaju ke babak 32 besar melalui jalur delapan tim peringkat ketiga terbaik.

Sebaliknya, kekalahan menjadi alarm serius bagi Jerman. Meski tetap lolos sebagai juara Grup E dengan enam poin, pasukan Julian Nagelsmann kembali menunjukkan rapuhnya lini belakang setelah selalu kebobolan dalam tiga pertandingan fase grup.

Jerman langsung mengejutkan Ekuador ketika pertandingan baru berjalan dua menit. Leroy Sane mencetak gol internasional pertamanya di putaran final Piala Dunia setelah memanfaatkan umpan Florian Wirtz hasil lemparan ke dalam cepat.

Gol tersebut sempat diprotes kubu Ekuador karena menganggap Aleksandar Pavlovic melakukan pelanggaran terhadap Pedro Vite dalam proses terciptanya gol. Namun wasit Tori Penso tetap mengesahkan gol tersebut.

Alih-alih kehilangan kepercayaan diri, Ekuador justru merespons dengan permainan agresif. Tekanan mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit kesembilan melalui Nilson Angulo.

Pemain muda Ekuador itu melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang gagal dijangkau Manuel Neuer. Gol tersebut sekaligus mengakhiri kebuntuan panjang Ekuador yang sebelumnya gagal mencetak gol meski telah melepaskan 39 percobaan sepanjang turnamen.

Memasuki babak kedua, drama kembali terjadi. Jerman sempat mendapat hadiah penalti setelah Kai Havertz terjatuh di kotak terlarang. Namun setelah meninjau tayangan VAR, wasit membatalkan keputusannya karena lebih dahulu terjadi pelanggaran pemain Jerman dalam proses serangan.

Momentum itu dimanfaatkan Ekuador untuk terus menekan. Gol kemenangan akhirnya lahir pada menit ke-78.

Berawal dari sepak pojok, Kevin Rodriguez menyundul bola di tiang dekat sebelum Gonzalo Plata dengan sigap menyambar bola di depan gawang. Stadion pun bergemuruh menyambut gol yang memastikan Ekuador memperpanjang napas di Piala Dunia 2026.

"Kami percaya sampai akhir. Ada 26 pemain di tim ini yang siap memberikan segalanya untuk negara kami," kata Gonzalo Plata usai pertandingan.

Ia juga mengapresiasi dukungan ribuan suporter Ekuador yang memadati stadion sepanjang fase grup.

"Mereka selalu membuat kami merasa seperti bermain di kandang sendiri. Dukungan mereka luar biasa dan kemenangan ini untuk seluruh rakyat Ekuador," ujarnya.

Di kubu Jerman, kapten Joshua Kimmich mengakui timnya masih memiliki persoalan serius yang harus segera diperbaiki sebelum memasuki fase gugur.

"Kami terlalu sering kehilangan bola dan memberi kesempatan lawan berkembang. Kami tidak bisa terus kebobolan satu atau dua gol di setiap pertandingan. Jika ingin melangkah jauh, kami harus memperbaiki itu," kata Kimmich.

Meski kekalahan ini tidak menggagalkan langkah Jerman ke babak 32 besar, performa mereka menimbulkan tanda tanya. Der Panzer memang menyapu bersih dua laga awal, tetapi kebobolan dalam tiga pertandingan beruntun menjadi catatan yang bisa dimanfaatkan lawan pada fase knockout.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#Ekuador vs Jerman #Kejutan Piala Dunia #piala dunia 2026