KALTIMPOST.ID, Piala Dunia 2026 - Piala Dunia 2026 menghadirkan cerita emosional bagi Mesir. Tim berjuluk The Pharaohs akhirnya mematahkan kutukan panjang dalam adu penalti setelah menyingkirkan Australia dan memastikan tempat di babak 16 besar.
Kemenangan di Piala Dunia 2026 ini menjadi pencapaian penting bagi Mesir. Selain menyingkirkan Australia, mereka juga mencatat kemenangan pertama dalam pertandingan fase gugur turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut.
Sejak awal laga, Australia sebenarnya tampil agresif. Namun, Mesir mampu memanfaatkan peluang dengan lebih efektif dan menjaga ketenangan hingga adu penalti menentukan nasib kedua tim di Piala Dunia 2026.
Australia langsung mengancam pada menit-menit awal melalui Cristian Volpato dan Jordan Bos. Meski mendapat tekanan, Mesir justru mampu mencuri keunggulan lebih dulu.
Gol pembuka lahir pada menit ke-13. Emam Ashour sukses menyambut umpan silang Karim Hafez dan menggetarkan gawang Australia lewat sundulan terarah.
Setelah gol tersebut, Australia berusaha mengambil alih permainan. Namun hingga babak pertama berakhir, lini depan Socceroos kesulitan menciptakan peluang berbahaya yang benar-benar mengancam gawang Mesir.
Memasuki babak kedua, Mesir hampir menambah keunggulan ketika Omar Marmoush memperoleh peluang emas hanya beberapa detik setelah pertandingan dimulai kembali. Namun peluang itu gagal dimaksimalkan.
Australia akhirnya menyamakan skor melalui gol bunuh diri Mohamed Hany. Gol tersebut membuat pertandingan kembali terbuka dan berjalan semakin ketat.
Kedua tim kemudian saling menekan, tetapi tidak banyak peluang bersih yang tercipta. Hingga waktu normal berakhir, skor tetap imbang dan pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan.
Pada babak tambahan, Mohamed Salah mendapat kesempatan emas yang bisa mengantar Mesir menang lebih cepat. Namun, penyelesaian akhirnya belum mampu menemui sasaran.
Australia juga tidak berhasil memanfaatkan sejumlah peluang yang mereka miliki. Menjelang adu penalti, Socceroos bahkan memasukkan kiper senior Mathew Ryan dengan harapan mendapat keuntungan dalam tos-tosan. Strategi itu ternyata tidak berjalan sesuai rencana.
Drama sesungguhnya terjadi dalam adu penalti. Eksekutor pertama Australia, Harry Souttar, gagal menjalankan tugas setelah tendangannya melambung di atas mistar.
Mesir kemudian tampil jauh lebih tenang. Mohamed Salah sukses mencetak gol melalui penalti bergaya Panenka yang semakin meningkatkan kepercayaan diri timnya.
Situasi semakin sulit bagi Australia setelah Lucas Herrington gagal mencetak gol. Kesempatan itu dimanfaatkan dengan sempurna oleh Hossam Abdelmaguid yang menjadi penendang penentu kemenangan Mesir.
Keberhasilan menundukkan Australia lewat adu penalti membuat Mesir mengakhiri catatan buruk empat kekalahan beruntun dalam babak tos-tosan.
Tak hanya itu, kemenangan ini juga menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya Mesir berhasil memenangi pertandingan fase gugur di Piala Dunia.
Pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Mesir akan menghadapi pemenang duel antara Argentina dan Tanjung Verde.***
Editor : Dwi Puspitarini