KALTIMPOST.ID, BOSTON – Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengajukan permohonan kepada FIFA untuk membatalkan kartu kuning yang diterima gelandang serang Michael Olise pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Menurut laporan L’Equipe, pemain Bayern Munchen itu mendapat kartu kuning pada menit ke-90+7 saat Prancis menghadapi Paraguay, 5 Juli lalu. Hukuman diberikan setelah Olise terlibat insiden dengan winger Paraguay, Matias Galarza.
Namun, tayangan ulang menunjukkan Olise tidak melakukan kontak fisik dengan lawannya. Dalam rekaman tersebut, pemain berusia 24 tahun itu hanya meletakkan jari telunjuk di depan bibir Galarza sebelum pemain Paraguay tersebut terjatuh seolah mendapat dorongan.
Baca Juga: Pemadaman Listrik Ancam Ribuan Ikan Hias, Pelaku Usaha di Balikpapan Andalkan Aerator Darurat
FFF menilai keputusan wasit tidak tepat dan berharap FIFA membatalkan kartu kuning tersebut.
Permohonan itu menjadi penting bagi Les Bleus. Jika kartu kuning tersebut tetap berlaku dan Olise kembali menerima kartu kuning saat menghadapi Maroko pada perempat final, Jumat (10/7), dia harus menjalani akumulasi kartu dan absen pada semifinal apabila Prancis lolos.
Pelatih Prancis Didier Deschamps mengakui pertandingan melawan Paraguay berlangsung keras dan diwarnai banyak pelanggaran dari kedua tim.
“Kami mendapat tiga kartu kuning dalam pertandingan yang penuh pelanggaran. Saya tidak mengatakan kami tidak melakukan pelanggaran, tetapi kedua tim sama-sama banyak melakukannya,” ujarnya.
Permohonan FFF juga muncul tak lama setelah FIFA menjadi sorotan akibat keputusan mengizinkan striker Amerika Serikat Folarin Balogun tampil pada babak 16 besar melawan Belgia.
Padahal, Balogun sebelumnya menerima kartu merah langsung. Keputusan tersebut memicu perdebatan dan kritik dari sejumlah pihak yang menilai FIFA tidak konsisten dalam menerapkan prinsip fair play.
Kini, Prancis berharap FIFA memberikan keputusan yang menguntungkan Michael Olise sebelum laga krusial menghadapi Maroko di perempat final Piala Dunia 2026. (*)
Editor : Ery Supriyadi