KALTIMPOST.ID - Ketegangan usai laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Paraguay ternyata belum berakhir. Selain persaingan di lapangan, polemik juga berlanjut di media sosial dan melibatkan sejumlah tokoh dari kedua negara.
Sebelumnya, legenda sepak bola Paraguay Jose Luis Chilavert terlibat adu komentar dengan Ketua Federasi Sepak Bola Prancis Philippe Diallo. Kini, perhatian beralih pada perseteruan antara Senator Paraguay Celeste Amarilla dan kapten timnas Prancis, Kylian Mbappe.
Dilansir dari The Guardian, Amarilla melontarkan komentar bernada rasis melalui platform X yang ditujukan kepada Mbappe. Komentar tersebut muncul sebagai respons atas tindakan sang penyerang saat pertandingan Prancis melawan Paraguay pada 5 Juli lalu.
Baca Juga: Job Fair Berau 2026 Perbanyak Lowongan Perkebunan dan UMKM, Kurangi Ketergantungan pada Tambang
Dalam unggahannya, Amarilla menyebut Mbappe sebagai "orang Kamerun yang terjajah" dan menuding pemain berusia 27 tahun itu berusaha menyamar sebagai warga Prancis. Ia juga menyematkan kalimat yang dinilai merendahkan sang bintang.
Komentar tersebut langsung memicu reaksi luas. Mbappe pun tidak tinggal diam dan membalas pernyataan Amarilla melalui media sosial.
Kapten Les Bleus itu menyebut Amarilla sebagai sosok yang tidak pantas menduduki jabatan publik. Menurut Mbappe, pernyataan senator tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang selama ini dijunjung Paraguay.
"Anda adalah wanita yang hina dan tidak layak untuk posisi Anda. Anda tidak mewakili Paraguay, negara yang telah berjuang dengan semangat dan kehormatan sepanjang kompetisi," tulis Mbappe.
Perseteruan itu menambah panjang daftar kontroversi yang mengiringi duel Prancis kontra Paraguay di Piala Dunia 2026. Sebelumnya, berbagai komentar panas dari tokoh sepak bola kedua negara juga sempat menjadi sorotan publik. (*)
Editor : Ery Supriyadi