KALTIMPOST.ID, ARLINGTON – Semifinal Piala Dunia 2026 menghadirkan duel panas antara Prancis dan Spanyol di AT&T Stadium, Arlington, Rabu dini hari WIB (15/7).
Sorotan utama tertuju pada pertarungan dua bintang generasi berbeda, Kylian Mbappe dan Lamine Yamal, yang akan memperebutkan satu tiket menuju partai puncak.
Jika melihat statistik sepanjang turnamen, Mbappe jauh lebih unggul. Kapten sekaligus striker Prancis itu telah mencetak delapan gol dan tiga assist dalam enam pertandingan. Sementara itu, Yamal baru mengoleksi satu gol setelah sempat terkendala cedera dan baru bermain penuh bersama Spanyol pada fase gugur.
Namun, catatan pertemuan keduanya justru berpihak kepada Yamal. Dalam lima duel di level klub maupun tim nasional, pemain muda Barcelona tersebut selalu keluar sebagai pemenang atas Mbappe.
Rekor itu membuat media Prancis, L’Equipe, menyebut Yamal sebagai bete noire atau momok bagi Mbappe. Selain selalu menang, Yamal juga unggul dalam produktivitas gol dengan torehan empat gol, sementara Mbappe mencetak tiga gol dalam lima pertemuan tersebut.
Yamal bahkan tidak menunjukkan rasa gentar menghadapi Les Bleus.
"Apabila ada yang harus takut, itu adalah mereka. Kami sudah pernah mengalahkan mereka sebelumnya. Aku tidak takut dengan mereka," ujar Yamal seperti dikutip dari Mundo Deportivo.
Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari kubu Prancis. Bek tengah Ibrahima Konate menilai komentar Yamal hanyalah bagian dari perang urat saraf menjelang pertandingan.
Kepada RMC Sport, Konate meminta rekan-rekannya tetap fokus dan tidak terpancing.
"Yang terpenting adalah mempertahankan kerendahan hati yang sudah kami tunjukkan sejak awal dan tidak jatuh ke dalam perangkap semacam itu," kata pemain yang akrab disapa Ibou tersebut.
Baca Juga: Paser Krisis 300 Guru, Disdikbud Ajukan Tambahan 250 Tenaga PJLP
Di kubu Spanyol, laga melawan Prancis juga memiliki makna khusus bagi Aymeric Laporte. Bek berusia 32 tahun itu lahir di Prancis sebelum memutuskan membela Spanyol pada 2021.
Lima tahun setelah pergantian kewarganegaraan tersebut, Laporte merasa keputusan itu tidak salah. Ia bahkan menjadi bagian dari keberhasilan La Roja menyingkirkan Prancis pada semifinal Euro 2024.
Menjelang pertemuan terbaru ini, Laporte menegaskan Spanyol harus tetap mengandalkan identitas permainan mereka sendiri.
"Kami harus memainkan permainan kami sendiri karena aku rasa itu akan lebih krusial bagi kami," ujarnya dalam program La Tribu di Radio Marca.
Selain duel Mbappe kontra Yamal, laga ini juga menghidupkan kembali memori final sepak bola putra Olimpiade Paris 2024. Saat itu, Spanyol meraih medali emas setelah mengalahkan Prancis 5-3 melalui babak perpanjangan waktu di Parc des Princes.
Sebanyak 11 pemain dari kedua tim kembali bertemu dalam laga kali ini. Enam pemain berasal dari skuad Prancis, yakni Michael Olise, Desire Doue, Manu Kone, Jean-Philippe Mateta, Maghnes Akliouche, dan Rayan Cherki. Sementara lima pemain Spanyol yang turut tampil pada final Olimpiade adalah Pau Cubarsi, Alex Baena, Marc Pubill, Eric Garcia, dan Joan Garcia.
Bek muda Spanyol, Pau Cubarsi, menilai pengalaman di Paris menjadi bekal berharga, meski atmosfer Piala Dunia akan sangat berbeda.
"Dari pengalaman itu, aku tahu tidak akan mudah menaklukkan Prancis. Terlebih, Piala Dunia akan menjadi laga yang berbeda dibandingkan di Olimpiade," katanya kepada Diario AS.
Secara historis, Prancis masih tertinggal dalam rekor pertemuan melawan Spanyol. Dari 38 laga, Les Bleus hanya meraih 13 kemenangan dan menelan 18 kekalahan. Pertemuan terakhir kedua tim juga dimenangkan Spanyol dengan skor 5-4 pada semifinal UEFA Nations League 2025.
Meski demikian, Prancis memiliki senjata paling tajam di turnamen ini, yakni Mbappe. Delapan gol yang dicetaknya menjadi dua kali lipat lebih banyak dibandingkan pencetak gol terbanyak Spanyol, Mikel Oyarzabal, yang baru mengemas empat gol.
Baca Juga: Mulai Juli 2026, WhatsApp Tak Lagi Berfungsi di HP Ini, Ada Punyamu?
Pertanyaannya kini, apakah Mbappe mampu mengakhiri dominasi Yamal dan membawa Prancis ke final, atau justru bintang muda Spanyol kembali memperpanjang kutukan bagi sang kapten Les Bleus? (*)
Editor : Ery Supriyadi