Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pengakuan Mbappe Usai Perancis Tumbang dari La Roja, Kehilangan Tiket ke Final Piala Dunia

Hernawati • Rabu, 15 Juli 2026 | 10:23 WIB
Kylian Mbappe.
Kylian Mbappe.

KALTIMPOST.ID, Perjalanan Timnas Perancis terhenti di laga semifinal Piala Dunia 2026 saat bertemu Spanyol.

Duel Spanyol vs Perancis yang berlangsung di Stadion Dallas, Amerika Serikat pada Rabu (15/7/2026) dini hari WIB, berakhir dengan skor 2-0 bagi kemenangan La Roja.

Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro menjadi penentu kemenangan La Roja.

Hasil ini membawa pasukan Luis de la Fuente melaju dan menunggu pemenang duel Inggris vs Argentina untuk partai puncak.

Spanyol vs Perancis: Jalannya Semifinal di Dallas

Sejak kick-off, kedua tim langsung saling menyerang. Irama cepat mewarnai babak pertama, hingga momen pembeda tiba sebelum jeda minum.

Lucas Digne gagal melihat pergerakan Lamine Yamal dari blind side.

Saat mencoba membuang bola, bek Perancis itu justru menendang bintang Barcelona tersebut hingga terjatuh.

Wasit Ivan Barton dari El Salvador menunjuk titik 12 pas. Digne memilih diam, sementara protes datang dari Didier Deschamps di sisi lapangan serta kapten Kylian Mbappe.

Barton dan video assistant referee tidak menemukan alasan untuk mengubah keputusan.

Mikel Oyarzabal mengeksekusi dengan baik dan membawa Spanyol memimpin pada menit ke-22.

Selepas hydration break, Perancis kehilangan William Saliba karena cedera.

Spanyol sempat berpeluang menggandakan keunggulan, namun Alex Baena dan Fabian Ruiz membuang kesempatan sehingga skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Di Babak Kedua Perancis Berusaha Mengejar

Ini kali pertama Perancis tertinggal di Piala Dunia 2026. Deschamps merespons dengan memasukkan Manu Kone dan Desire Doue untuk menambah energi dan variasi serangan.

Namun, Spanyol yang kembali mencetak gol. Umpan 1-2 bersama Dani Olmo membuka ruang untuk Pedro Porro, yang kemudian menaklukkan Mike Maignan pada menit ke-58 dan mengubah skor menjadi 2-0.

Lamine Yamal sempat mengira menambah keunggulan Spanyol, tetapi golnya dianulir karena offside. Di sisi lain, Mbappe memimpin upaya kebangkitan Les Bleus dengan tembakan pada menit ke-63 yang menjadi on target pertama Perancis ke gawang Unai Simon.

Tekanan Perancis sempat berlanjut, namun upaya Mbappe berikutnya diblok Marc Cucurella hingga bola melebar tipis.

Waktu terus berjalan, momentum meredup, dan frustrasi memuncak saat Mbappe diganjar kartu kuning. Skor 2-0 untuk Spanyol tidak berubah hingga laga usai.

Komentar Mbappe

Atas kegagalan Les Bleus menuju final Piala Dunia, Mbappe mengatakan, kegagalan Perancis bukan karena kurangnya peluang semata, melainkan karena timnya tidak mampu menjalankan rencana permainan dengan baik.

“Kami tidak menunjukkan performa yang kami inginkan, baik secara taktik, teknik, maupun level permainan secara keseluruhan,” kata Mbappe.

“Ketika Anda gagal melakukan apa yang seharusnya dilakukan dalam semifinal Piala Dunia, Anda tidak akan menang,” sambungnya.

Ia melanjutkan, “Spanyol tetap setia pada gaya permainannya, yang selalu menjadi ciri khas mereka; mereka adalah tim yang gemar menguasai bola dan menentukan ritme pertandingan.”

Ia menyoroti, “Ide kami adalah menekan mereka di wilayah mereka sendiri untuk mencegah mereka menentukan ritme permainan, tetapi kami tidak berhasil melakukannya. Kami melakukan banyak kesalahan teknis, dan tidak tahu cara mengancam mereka pada saat-saat kami membutuhkannya.”

Kapten Timnas Perancis itu menambahkan, “Kami membiarkan mereka mengendalikan ritme pertandingan, dan semuanya bergantung pada kami untuk mengubah keseimbangan kekuatan, tetapi kami gagal melakukannya. Sejak awal, dengan cara kami menekan, kami sering berada dalam situasi tiga lawan dua di tengah lapangan, dan melawan Spanyol, hal itu menjadi rumit.” 

Dia menekankan, “Fabian Ruiz dan Rodri mendapat banyak waktu untuk membangun serangan, dan ada masalah komunikasi selama proses menekan. Kami perlu bermain dengan gaya duel satu lawan satu dan memaksa mereka berlari bersama kami, karena mereka adalah tim yang tidak suka berlari tanpa bola. Bahkan ketika kami merebut kembali bola, kualitas umpan pertama dan sentuhan pertama tidak sesuai dengan yang diharapkan.”

Dia menjelaskan, “Saya merasa sangat kecewa. Impian kami adalah mencapai final dan memberi negara kami kesempatan untuk bermimpi serta menciptakan sejarah. Sekarang kami harus menghadapi hal ini dengan kepala tegak.”

Dia menambahkan, “Ada kekecewaan yang sangat besar yang tak bisa saya gambarkan dengan kata-kata. Kami perlu memulihkan diri, beristirahat sejenak selama liburan, lalu melangkah maju. Sepak bola tidak menunggu siapa pun, dan akan ada tantangan lain yang menanti, baik bersama klub maupun tim nasional.”

 

Editor : Hernawati
perancis Piala Dunia 2022 perancis vs spanyol mbappe spanyol