KALTIMPOST.ID, Piala Dunia 2026 - Sebanyak 35 suporter Argentina dilaporkan mengalami serangan jantung selama berlangsungnya Piala Dunia 2026. Jumlah tersebut disebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata kasus serupa dalam satu bulan. Peningkatan itu diduga berkaitan dengan ketegangan yang dirasakan masyarakat saat menyaksikan perjalanan dramatis Tim Tango hingga berhasil melaju ke partai final.
Media Amerika Serikat melaporkan bahwa dua kasus terbaru terjadi setelah pertandingan semifinal antara Inggris melawan Argentina. Dilansir dari CNN, Sabtu (12/7/2026), dalam laporan media AS menjelaskan,
"Dua orang mengalami serangan jantung setelah pertandingan [Inggris vs Argentina] sehingga jumlah sepanjang turnamen menjadi 35 orang. Lebih tinggi dari rata-rata 20 kasus serupa dalam satu bulan.”
Menteri Kesehatan Sebut Panggilan Darurat Meningkat Selama Turnamen
Menteri Kesehatan Argentina, Luis Medina Ruiz, mengungkapkan bahwa layanan kesehatan menerima peningkatan panggilan darurat yang berkaitan dengan nyeri dada, tekanan darah tinggi, hingga gangguan jantung selama Piala Dunia 2026 berlangsung. Kondisi tersebut dinilai tidak terlepas dari tekanan emosional yang dirasakan para suporter ketika menyaksikan pertandingan tim nasional mereka.
"Lebih dari 30 kali panggilan darurat berhubungan dengan nyeri dada, tekanan darah tinggi, dan gangguan jantung," ujar Ruiz.
Ia juga menilai perjalanan Argentina menuju final menjadi salah satu faktor yang membuat tingkat stres para pendukung meningkat. Hampir di setiap fase gugur, Argentina harus melewati pertandingan yang berlangsung ketat sehingga membuat suporter berada dalam tekanan hingga peluit akhir dibunyikan.
Perjalanan Dramatis Argentina Menuju Final Jadi Sorotan
Langkah Argentina menuju final Piala Dunia 2026 memang tidak berjalan mudah. Lionel Messi dan rekan-rekannya harus berjuang keras sejak babak 32 besar hingga semifinal. Mereka nyaris tersingkir saat menghadapi Cape Verde, kemudian kembali mendapat perlawanan sengit dari Mesir di babak 16 besar, Swiss pada perempat final, dan Inggris di semifinal.
Luis Medina Ruiz menilai rangkaian pertandingan tersebut memberi dampak psikologis kepada banyak pendukung yang mengikuti setiap pertandingan dengan penuh emosi. Menurutnya, ketegangan yang berlangsung selama pertandingan dapat memengaruhi kondisi kesehatan, terutama bagi orang yang memiliki riwayat penyakit jantung atau tekanan darah tinggi.
"Pertandingan benar-benar jadi satu hal karena stres yang kami rasakan. Beruntung pertandingan berakhir manis namun juga berdampak buruk untuk jantung," ucapnya.
Kini perhatian masyarakat Argentina beralih ke laga puncak. Tim asuhan Lionel Messi dijadwalkan menghadapi Spanyol pada final Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion New York New Jersey, Senin (20/7) pukul 02.00 WIB.
Pertandingan final tersebut menjadi kesempatan bagi Argentina untuk meraih gelar juara dunia keempat sepanjang sejarah. Di sisi lain, Spanyol juga datang dengan ambisi besar untuk merebut trofi Piala Dunia kedua mereka.
Di tengah tingginya antusiasme masyarakat, otoritas kesehatan mengingatkan publik agar tetap menjaga kondisi fisik dan tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan ketika menyaksikan pertandingan yang diperkirakan kembali berlangsung penuh tensi.***
Editor : Dwi Puspitarini