KALTIMPOST.ID, Kapten Timnas Argentina Lionel Messi tak lagi dapat menyembunyikan kesedihannya usai timnya gagal mempertahankan gelar juara dunia.
Melawan Spanyol pada final Piala Dunia 2026, duel panas berlangsung di Stadion New York New Jersey.
Kedua tim berbagi skor 0-0 selama 90 menit waktu normal sebelum Ferran Torres mencetak gol penentu kemenangan La Furia Roja pada menit ke-106 atau babak kedua extra time.
La Furia Roja meraih gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah.
Usai peluit panjang dibunyikan, Messi larut dalam kesedihan. Messi menangis sebelum menerima medali runner-up.
Air mata kembali tumpah kala menyaksikan prosesi penyerahan trofi kepada timnas Spanyol.
Ekspresi duka Messi juga masih terlihat ketika berjalan meninggalkan lapangan menuju lorong ruang ganti.
Momen tersebut menjadi salah satu sorotan utama setelah final Piala Dunia 2026.
Gagal Ulangi Kesuksesan di Qatar
Piala Dunia 2026 menjadi final ketiga yang dijalani Messi sepanjang kariernya.
Ia sebelumnya gagal membawa timnas Argentia juara pada final Piala Dunia 2014 usai dibekuk 0-1 dari Jerman melalui gol Mario Goetze.
Delapan tahun kemudian, Messi mengangkat trofi Piala Dunia untuk pertama kalinya ketika Argentina mengalahkan Perancis melalui adu penalti pada final Piala Dunia 2022 di Qatar.
Di edisi 2026, Argentina kembali berhasil mencapai partai puncak berkat kontribusi besar Messi sepanjang turnamen.
Kapten Albiceleste itu memecahkan sejumlah rekor dan menjadi sosok penting di balik keberhasilan Argentina melaju hingga final.
Namun, kali ini langkah pasukan Lionel Scaloni terhenti di tangan Spanyol.
Di tengah suasana penuh kekecewaan, pemain muda Spanyol, Lamine Yamal, menghampiri Messi untuk memberikan dukungan.
Yamal terlihat berusaha menghibur sang megabintang sebelum prosesi penyerahan medali berlangsung.
Editor : Hernawati