Hidrajat Sugihardjo, Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan PUPRI RI mengatakan, jembatan ini memiliki panjang 200 meter, dan sudah berjalan sejak 2008 silam.
"Ini memang agenda tahunan. Tujuannya untuk mengetahui apakah ada perubahan dari frekuensi sebelumnya," ucapnya disela-sela pengujian.
Untuk diketahui, kata dia, loading test-uji beban kali ini menggunakan metode dinamik, yang mana truk bermuatan 45 ton dijalankan melewati balok yang sudah disiapkan. Ketika truk melewati balok tersebut, maka roda kendaraan akan menghantam aspal. Sehingga benturan itu yang akan dianalisasi menggunakan tekhnologi pengujian.
"Untuk hasilnya masih diolah. Pengujian ini menggunakan metode dinamik, ada perbedaan memang dengan metode statis," tuturnya.
Hidrajat menegaskan, kedua metode itu memiliki fungsi masing-masing. Tahun depan rencananya akan dilakukan pengujian kembali, namun dengan metode statis.
"Rencananya tahun depan akan diuji beban dengan metode statis juga. Sementara untuk hasil dari pengujian ini, kami juga akan konsultasi bersama perancang jembatannya," pungkasnya.
Editor : Uways Alqadrie