Jasad itu diketahui bernama Winsudarto, 60 tahun.
Jumhani, ibu rumah tangga yang tak jauh dari rumah jasad tersebut mengatakan, awalnya tetangga almarhum Winsudarto melaporkan adanya darah di kawasan rumah tersebut. Kemudian aroma tak sedap muncul di daerah rumahnya.
“Nah, ibu itu (menunjuk tetangga Winsudarto) yang tahu duluan. Karena dia lihat ada darah (cairan tubuh) di depan pintu depan rumah pak Winsudarto. Kita juga takut ada apa-apa karena dia (Winsudarto) sudah tiga hari enggak keluar rumah,” ucapnya ketika ditemui tempat kejadian.
Nah, kata Jumhani, bapak Winsudarto ini biasanya dia berjualan pisang molen. Namun beberapa hari ini memang tidak berjualan. Sebab, dia menderita Ambeien. Mungkin itu yang menyebabkan dia meninggal.
“Dia tinggal sendiri di sini. Saya terakhir komunikasi dengan beliau, Mei lalu. Itu waktu bulan puasa diapulang ke jawa. Nah dia minta tolong bayarkan lampu rumah. Selama dia enggak jualan, memang dia di rumah aja,” sambungnya.
Sementara itu, pihak keamanan Babinsa, Serda Azmiadi mengatakan, warga sudah empat hari tidak melihat beliau (Almarhum) dan memberi kabar ada bau tidak sedap. Setelah tiba di tempat lokasi kejadian perkara (TKP), tepat di bawah pintu rumah tersebut terdapat cairan tubuh yang mengalir.
“Ternyata benar, apa yang dikhawatirkan warga beliau meninggal di dalam rumah, kemudian dievakuasi dan diantar ke RSUD AW Sjahranie,” pungkasnya.
Editor : Uways Alqadrie