Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ukir Prestasi Sejak Dini, Jadikan Panahan Modal Gapai Mimpi

Oktavia Megaria • Minggu, 28 Juli 2024 | 13:46 WIB
Ukir Prestasi Sejak Dini, Jadikan Panahan Modal Gapai Mimpi Qaireen Fadzila Assyafa jatuh cinta dengan olahraga panahan sejak duduk 2 SD.
Ukir Prestasi Sejak Dini, Jadikan Panahan Modal Gapai Mimpi Qaireen Fadzila Assyafa jatuh cinta dengan olahraga panahan sejak duduk 2 SD.

KALTIMPOST.ID, Prestasi Qaireen Fadzila Assyafa telah tampak sejak dirinya masih duduk di bangku kelas 2 SD. Dua tahun menggeluti olahraga memanah, sederet capaian sukses diraih. Berawal dari ingin mengalihkan perhatian dari bermain gawai, Qaireen mulai terjun sebagai atlet panahan. Dari beberapa jenis cabang olahraga yang sempat jadi opsi lain, seperti renang dan bulutangkis.

Akhirnya, memanah dipilih sebagai bidang yang ingin dia geluti sejak Juli 2022. Ireen, sapaannya, pun mulai menjalani latihan rutin. Satu bulan fokus, nyatanya ia mulai menunjukkan perkembangan pesat. “Bahkan pelatihnya dari klub yang diikuti itu Olympus, mengakui anak ini ada perkembangan,” ujar sang ibu, Fatimah.

Berdasarkan itu, Ireen pun memberanikan diri untuk unjuk kebolehan. Kejuaraan pertama yang diikuti yakni kejuaraan tingkat kota di MTs Negeri di Balikpapan Timur. Sayangnya, keberuntungan belum berpihak pada Ireen. Mengikuti lomba untuk pertama kali, belum membuahkan hasil.

Meski begitu, Ireen tak pantang menyerah. Dirinya bahkan semakin jatuh cinta pada olahraga yang mengandalkan fokus dan kekuatan tangan tersebut. “Ternyata cocok dia di panah. Pas trial pertama itu dia langsung ngomong, eh Irene kayaknya mantap sudah di panahan ini, gitu katanya” lanjut Fatimah.

Di sisi lain, diakui sang Ibu, Ireen tidak pernah mengeluh soal kesulitan yang dialami. Hanya memang, dirinya terus melatih fisik, khususnya di kekuatan tangan.

Selain itu, perempuan yang kini sudah duduk di kelas 5 SD ini pun terus mengasah kemampuannya dengan mengikuti event-event yang digelar. Teranyar, yakni pada Multi Event Pelajar 2024 Tahap I yang masih berlangsung di Balikpapan Tennis Stadium.

Pada turnamen panahan yang berlangsung di Lapangan Perpani Manggar, Ireen masih harus puas di posisi keempat. Mengisi nomor perorangan 10 meter, bersaing dengan senior-senior yang sudah bertahun-tahun berlatih ternyata membuat ia harus menerima kekalahan.

Kendati begitu, Fatimah mengaku sebagai orang tua sangat bangga dengan prestasi sang anak. Terlebih, sejauh ini pihak sekolah masih memberi dukungan.

“Dari kami sendiri pun ikut mendukung, yang penting kami selalu support saja. Terus intinya tuh istikamah supaya Ireen bisa berprestasi terus. Sampai nanti dia mungkin SMA. Karena kan enak kalau ada prestasi non akademik, itu bisa pakai jalur prestasi olahraga ini,” tandasnya.

Sementara itu, sejauh ini Ireen telah meraup banyak prestasi. Dengan meraih total 11 emas, 1 perak dan 3 perunggu. Pundi emas terakhir diperoleh dari Piala Gubernur Kaltim dari nomor 10 M beregu.

Ireen mengaku senang menggeluti panahan karena banyak bertemu teman baru dari Balikpapan dan luar daerah. Apalagi jika berhasil naik podium, mendapat apresiasi banyak orang. “Targetnya bisa main sampai level internasional. Saya yakin bisa mencapai itu dengan latihan yang lebih maksimal,” ujarnya. (ndu)

Editor : Hernawati