Salah satu solusinya membangun drainase yang lebih besar, menyesuaikan kondisi saat ini. Tahun ini, pemkot mengalokasikan Rp 59,7 miliar untuk peningkatan drainase di jalan tersebut.
Target penyelesaian hingga akhir tahun diharapkan mampu mengurangi tinggi dan mempercepat waktu surut, genangan air. Baik dari air hujan maupun air pasang sungai Mahakam.
Kepala bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda Hendra Kusuma mengatakan saat ini pihaknya pemkot telah menggelontorkan anggaran yang cukup besar bagi dua jalan tersebut.
Masing-masing untuk Jalan Agus Salim Rp 30 miliar dan Jalan Abul Hasan sebesar Rp 29,7 miliar.
“Saluran ini akan terhubung dengan sungai Karang Mumus (SKM) di sisi jembatan Agus Salim (jembatan baru/JB),” ucapnya.
Dia menjelaskan pembangunan drainase ini diharap juga mampu mengatasi banjir di jalan KH Abdurrasyid (eks Jalan Basuki Rahmat) arahan Taman Samarendah, mengingat di sana juga kerap terjadi genangan, saat hujan deras.
Sebagaimana evaluasi pihaknya, daerah tangkapan sistem drainase Jalan Abdurrasyid cukup luas, diantaranya melayani sebagian kawasan kampung Jawa, Jalan Milono, Jalan KS Tubun, Jalan Bhayangkara serta kawasan balai kota.
“Namun saat ini kami fokus peningkatan saluran drainase pada posisi hilir sistem. Kemudian akan dievaluasi kembali keseluruhan sistem. Apakah sudah sesuai kebutuhan atau belum,”jelasnya.
Dia menambahkan atas pembangunan drainase ini akan berlaku rekayasa lalu lintas, satu arah, misalnya kendaraan dari arah simpang Jalan Agus Salim-Abdurrasyid-Basuki Rahmat menuju Jalan Abul Hasan masih diperbolehkan. Sedangkan kendaraan dari Jalan KH Khalid, akan dialihkan ke Jalan P Diponegoro.
“Selain pembangunan drainase, proyek ini sekaligus penataan trotoar mendukung program pak walikota dalam upaya penataan kota. Kami memohon maaf atas terganggunya kenyamanan pengguna jalan dan masyarakat sekitar lokasi pekerjaan,” pungkasnya.
Baca Juga: Kepribadian Orang yang Lahir Bulan Agustus Menurut Penelitian: Dari Mandiri hingga Komunikator Ulung
Editor : Uways Alqadrie