Pernyataan tersebut diungkapkan Wali Kota Samarinda Andi Harun di sela kunjungan lapangan, Rabu (4/9) lalu.
Dalam agenda itu, ungkap politikus yang akrab disapa AH ini, sejumlah kekurangan minor masih ditemukan. Ia meminta pelaksana proyek untuk merampungkannya terlebih dahulu.
Kepada media, Andi Harun mengatakan sebelum dibuka memastikan kondisi infrastruktur di lapangan.
Namun ada sejumlah kekurangan ditemukan misalnya ada beberapa pinggiran taman yang belum sempurna pemasangan rumputnya karena pernah ada galian sehingga ini perlu ditanam lebih banyak rumput.
“Kemudian masih ada beberapa genangan di lantai. Makanya kami minta minggu ini diperbaiki sehingga air tidak ada yang tergenang, walaupun genangannya sangat sedikit tapi tetap saja mengganggu pemandangan mata,” ungkapnya, Rabu (4/9).
Tidak hanya itu, dirinya meminta agar pelaksana mengecek aspal di pinggir jalan karena masih ditemukan genangan. Air mengalir ke drainase namun sangat kecil sehingga berharap diperiksa kembali.
“Selain sirkulasi air, juga pengecekan toilet agar dipastikan tidak ada genangan. Serta penambahan titik tempat sampah,” ujarnya.
Dia pun sudah merinci beberapa perbaikan minor yang harus dilakukan, sehingga meyakini bahwa fasilitas publik senilai Rp 36,9 miliar yang dibangun dari APBD 2023 ini bisa dibuka untuk publik, Senin (9/9) mendatang.
Saat ini pihaknya pun akan merencanakan mekanisme pembukaan, agar kawasan ini tidak terlalu dipenuhi warga, sehingga tetap nyaman.
“Sambil menyelesaikan lapangan parkir. Karena di sepanjang Jalan Gajah Mada depan Teras Samarinda tidak boleh satu pun kendaraan parkir. Kami telah menyiapkan tiga titik di Jalan RE Martadinata,” tambahnya.
Soal pembukaan tersebut pun dirinya mengaku tidak akan mengecek ke lapangan, karena mempercayakan ke pengelola Teras Samarinda. “Agar perbaikan bisa mulai dikerjakan Kamis (5/9),” pungkasnya. (*)
Editor : Almasrifah