KALTIMPOST.ID, Jadi ikon baru di Kota Tepian, Teras Samarinda menjadi destinasi wisata baru yang wajib dikunjungi ketika berkunjung ke Samarinda. Dari awal dibuka Teras Samarinda tidak henti-hentinya ramai pengunjung. Hal menjadi magnet bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan beragam bisnis lainnya salah satunya fotografer.
Saat ini di Teras Samarinda sudah ada empat stan yang terisi, disebutkan Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Basuni bahwa stan yang ada saat ini bersifat sementara.
Dari empat stan itu Harian ini mewawacarai dua stan yang ada, yang pertama dari stan Bebaya yang menyediakan minuman segar, makanan ringan hingga berat. Irsan, pengelola stan tersebut menyebutkan bahwa pihaknya dapat meraup omset sampai Rp. 5 juta perharinya dihari biasa dan 2-4 kali lipat saat akhir pekan.
Kedua dari stan BUMRT Kelurahan Jawa, Siti Munawaroh menyebutkan dalam sehari kelompoknya bisa meraup untung Rp. 1-2 juta. Di stannya menjual berbagai minuman kemasan, jajanan pasar, dan cemilan produk keluaran anggota BUMRT Kelurahan Jawa.
Hal tersebut menjadi bukti bahwa berjualan di Teras Samarinda memang menjanjikan. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindustrian (Diskumi) Samarinda, Jusmaramdhana Alus, mengungkapkan jumlah pendaftar UMKM yang ingin berjualan di Teras Samarinda sudah mencapai lebih dari seribu orang. "Kurang lebih sudah ada 1.010 pendaftar UMKM di Teras Samarinda saat ini," kata Yus.
Nantinya, pengelolaan Teras Samarinda secara keseluruhan akan dipegang oleh Perumda Varia Niaga. Namun, Diskumi Samarinda akan tetap memberikan pembinaan kepada para UMKM yang terpilih. "Jika memang dibutuhkan pembinaan, kami siap membantu. Kami akan memberikan pendampingan agar UMKM yang berjualan di Teras Samarinda dapat berkembang dengan baik," jelasnya.
Dengan antusiasme yang besar dari para UMKM, pihaknya akan melakukan seleksi ketat untuk menentukan siapa saja yang berhak menempati stan di Teras Samarinda. Sebab itu, dari sekian pendaftar akan ada dibuat urutan berdasarkan ranking. "Dari yang teratas sampai Top 25. Hanya saja saat ini masih dalam proses," jelas Yus.
Proses seleksi ini akan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kelengkapan persyaratan hingga kualitas produk. Meski demikian, Pemkot Samarinda menekankan agar UMKM mengutamakan produk lokal. Sebab tujuannya untuk mendongkrak perekonomian para pelaku usaha lokal.
"Jadi produknya harus yang lokal. Dan setelah pendaftaran UMKM di tutup, baru kami yang masuk dan akan menyaring sesuai dengan standar dan ketentuan atau syarat yang berlaku," tambahnya. Pihaknya juga akan melakukan tinjauan lapangan untuk memastikan keberadaan UMKM yang telah mendaftar.
Selain UMKM, pelaku usaha mandiri lain juga turut berimbas, salah satunya fotografer. Rifa’i seorang fotografer asal Samarinda baru-baru ini sering mengunjungi Teras Samarinda. Dia coba peruntungan dengan menjadi fotografer lepas di sana, memotret aktivitas para pengunjung.
“Sehari saya bisa dapat Rp. 300-500 ribu, dan itu hanya dalam beberapa jam, biasanya ramai di sore hari. Ini lumayan menjanjikan. Pastinya banyak yang ingin diabadikan momennya di Teras Samarinda. Saya juga berharap fasilitasnya dapat terjaga dengan baik agar pengunjung tetap ramai dan tertarik untuk datang,” imbuhnya.
Editor : Uways Alqadrie