Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tolong Pak Andi Harun, SD 020 Sangat Menyedihkan! Bangunan dari Kayu, Kalau Hujan Bocor

Eko Pralistio • Jumat, 27 September 2024 | 14:26 WIB

TEMPAT MENIMBA ILMU: Kondisi SD 020 di Kecamatan Samarinda Utara sungguh memprihatinkan. Hujan deras yang mengguyur pada Jumat (27/9) pagi, merubah rencana belajar mereka. (FOTO/IST)
TEMPAT MENIMBA ILMU: Kondisi SD 020 di Kecamatan Samarinda Utara sungguh memprihatinkan. Hujan deras yang mengguyur pada Jumat (27/9) pagi, merubah rencana belajar mereka. (FOTO/IST)
KALTIMPOST.ID, Sekolah Dasar (SD) 020 di Jalan Karya Baru, RT 10, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, berada dalam kondisi yang memprihatinkan. 

Bahkan, atap kelasnya kerap bocor ketika hujan melanda kawasan tersebut. Karena itu, pada Jumat (27/9) pagi, empat rombongan belajar (rombel) di jenjang kelas 3,4,5 dan 6 terpaksa diberhentikan sementara. Sebab, semua sarana di dalam kelas tersebut basah diterjang rintikan air dari atap yang bocor, termasuk tempias dari hujan yang disertai angin kencang. 

Semangat siswa dalam menimba ilmu pagi itu luntur bersama derasnya hujan. Namun ternyata, insiden ini bukan kali pertama terjadi. Hal itu dibenarkan Kepala SD 020 Samarinda, Hadijah. Menurutnya, sejak tahun 2022 akhir dirinya menjabat sebagai kepala sekolah di sana. Sejak itulah kondisi sekolah tak mengalami perubahan signifikan, masih tetap sama hingga saat ini. 

“Ya seperti ini, dinding habis dimakan rayap. Pernah direvitalisasi ditambal-tambal saja mengenakan plywood dan ujungnya pun rusak kembali. Kalau seandainya tidak ditutup menggunakan plywood, dinding di beberapa kelas ini tembus sampai ke belakang,” ujarnya kepada Kaltim Post, Jumat (27/9).

Lalu bagaimana jika setiap hujan menerjang sekolah ini? Hadijah menyebut, seperti biasa yang dilakukan adalah perpindahan tempat pembelajaran. Pindahnya pun tak jauh dari kelas belajarnya.

“Kami tetap belajar sembari menunggu hujan reda. Kami belajar di pelataran atau depan kelas,” terangnya.

Sebagai informasi, bangunan sekolah ini didominasi berkelir hijau dan berbahan dasar kayu. Bisa dikatakan sekolah tersebut perlu ada renovasi total. Sebab, beberapa dinding dan lantai ruangan belajar sudah tidak layak pakai dikarenakan jebol. Bahkan, pernah siswa di sekolah tersebut ketika bermain di jam istirahat, kakinya menginjak sebuah lantai papan yang rapuh. 

“Akibatnya, kaki siswa lecet. Jangankan siswa, saya aja tidak berani masuk mas. Siswa yang secara berat badan kan tentu lebih ringan ya, artinya kalau kami yang masuk bisa bahaya,” terangnya.

Senada, Herliana Guru Olahraga mengatakan bahwa sekolah ini dibangun sejak 1978 silam. Dia menilai penyebab kerusakan dinding tersebut, akibat ulah si rayap. Hingga saat ini, para guru dan siswa tetap berhati-hati bila melangkah. Khawatirnya lantai papan bisa ambruk. Meski pernah dilakukan perbaikan namun tidak bertahan lama karena tidak dilakukan secara permanen. Dinding hanya ditambal sulam.

“Ada yang baru diperbaiki dua bulan lalu. Tapi gampang jebol,” timpal Herliana. “Anak-anak tetap datang ke sekolah dengan semangat, meskipun setiap harinya mereka harus menghadapi ancaman bahaya.” tukasnya.

 

Editor : Uways Alqadrie
#Disdikbud Samarinda #sekolah memprihatinkan #andi harun