Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Relokasi Pedagang Pasar Pagi Belum Rampung hingga Akhir Tahun, Sewa di SGS Siap-siap Diperpanjang

Denny Saputra • Selasa, 1 Oktober 2024 | 09:11 WIB

POTENSI PERPANJANGAN: Pusat perbelanjaan Segiri Grosir Samarinda (SGS) masih menjadi area relokasi bagi pedagang pasar Pagi selama proses revitalisasi, Senin (30/9). (FOTO: DENNY SAPUTRA/KP)
POTENSI PERPANJANGAN: Pusat perbelanjaan Segiri Grosir Samarinda (SGS) masih menjadi area relokasi bagi pedagang pasar Pagi selama proses revitalisasi, Senin (30/9). (FOTO: DENNY SAPUTRA/KP)
KALTIMPOST.ID, Dampak revitalisasi Pasar Pagi di Kelurahan Pasar Pagi Kecamatan Samarinda Kota, sejak pertengahan tahun lalu, membuat ribuan pedagang dipindahkan ke dua titik relokasi. Yakni di pusat perbelanjaan Segiri Grosir Samarinda (SGS) kecamatan Samarinda dan Pasar Sungai Dama, kecamatan Samarinda Ilir.

Sampai pertengahan September lalu progress pembangunan Pasar Pagi baru mencapai 21 persen. Meskipun pemkot optimis bisa merampungkan gedung enam lantai itu hingga akhir tahun, namun opsi lain pun disiapkan. Dengan merencanakan perpanjangan sewa pedagang khususnya yang berada di SGS.

Asisten II pemkot Samarinda mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) untuk mengalokasikan anggaran untuk perpanjangan sewa. Meskipun adanya kerja sama antara pemkot dengan pengelola SGS, sehingga tidak jadi soal mengenai pembayaran sewa. “Itu kan lahannya milik pemkot, gedungnya milik pengelola SGS. Tidak masalah,” ucapnya.

Dia pun memastikan ketika memang gedung pasar Pagi belum siap hingga awal 2025 mendatang, pedagang otomatis tetap berjualan di area relokasi. Dan dia memastikan tidak dipungut biaya seperti saat ini. “Tetap gratis seperti saat ini. tidak dibebankan biaya sewa,” singkatnya.

Dia pun memastikan meski fisik gedung di akhir tahun selesai, namun tidak serta merta bangunan pasar Pagi baru, dapat ditempati. Karena harus ada penilaian kelayakan dari tim dinas Perdagangan (Disdag) misalnya klasterisasi pedagang dan kelengkapan lainnya. “Karena pasar ini akan langsung diusulkan sebagai pasar SNI (Standar Nasional Indonesia) sehingga harus mengikuti regulasi yang ada,” singkatnya.

Sebagai informasi, beberapa kelompok pedagang yang kini berjualan di SGS antara lain, pedagang emas, konveksi, aksesori, sepatu-sandal, elektronik, kosmetik, kuliner, tas-dompet-topi. Sedangkan di pasar Sungai Dama meliputi pedagang pasar basah seperti ayam, ikan, daging, sayur, pengrajin besi, peralatan nelayan, pecah belah, jamu dan lainnya.

Editor : Uways Alqadrie
#Pasar Segiri #Pasar Pagi Samarinda