Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Jaringan Irigasi Harus Dimaksimalkan untuk Bangun Ketahanan Pangan di Samarinda

Denny Saputra • Kamis, 17 Oktober 2024 | 08:41 WIB

LINTAS SEKTORAL: Para peserta kegiatan rapat pleno Komisi Irigasi Kota Samarinda di Hotel Fugo Samarinda, Rabu (16/10). (FOTO: DENNY SAPUTRA)
LINTAS SEKTORAL: Para peserta kegiatan rapat pleno Komisi Irigasi Kota Samarinda di Hotel Fugo Samarinda, Rabu (16/10). (FOTO: DENNY SAPUTRA)
KALTIMPOST.ID, Ada 19 titik daerah irigasi di Samarinda yang kondisinya minim perawatan serta beralih fungsi. Termasuk Bendungan Sambutan dan Lempake, area terbuka sudah terkikis pembukaan lahan. 

Penegasan tersebutdisampaikan narasumber yang juga konsultan masterplan Banjir Samarinda, Eko Wahyudi. Dia mengatakan, Komir memiliki peran yang sangat krusial dalam upaya konservasi saluran irigasi. “Ada 19 titik daerah irigasi di Samarinda yang minim perawatan. Ini jadi masalah tidak hanya di Samarinda tetapi se Indonesia,” ucapnya.

Eko yang juga mengantongi sertifikasi Tenaga Ahli Utama Sumber Daya Air menilai, meski pemkot Samarinda sudah menetapkan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dalam peraturan daerah (perda) rencana tata ruang wilayah (RTRW) tetapi masalah terkini adalah minimnya konservasi di sisi hulu. Daerah-daerah tangkapan air seperti waduk Benanga maupun bendungan Sambutan, dikelilingi area terbuka yang sudah terkikis pembukaan lahan, misalnya tambang ilegal maupun pemukiman. 

“Kondisi itu membuat sedimentasi di daerah tangkapan juga menjadi tinggi. Misalnya bendungan Sambutan dari luasan 10 hektar Tersisa 2 hektar sehingga limpasan air hujan tidak tertampung, cenderung melintas saja sehingga daerah hilir kerap banjir,” singkatnya.

Dia menambahkan, terkait upaya konservasi saluran irigasi, pemerintah perlu memikirkan, bahwa tidak hanya dari sisi infrastruktur saja, namun juga kemampuan petugas yakni Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) juga harus ditingkatkan. “Agar jangan hanya mengandalkan pemerintah, tetapi untuk perawatan rutin, seharusnya bisa mengkoordinir petani-petani atau pun mengguna saluran irigasi tersebut,” tambahnya.

Dia berharap lewat sidang pleno Komir tahun ini bisa membawa isu strategis ke kepala daerah untuk lebih fokus dalam peningkatan infrastruktur serta SDM terkait jaringan irigasi. Hal ini erat kaitannya dengan arahan pusat agar daerah-daerah, membangun kemandirian atau ketahanan pangan. 

“Di tengah isu perubahan iklim, daerah harus membangun ketahanan pangannya. Salah satunya di Samarinda menjaga saluran irigasi, menggenjot produksi pertanian, menyediakan alsintan untuk memudahkan kerja petani hingga peningkatan jalan usaha tani untuk memudahkan akses hasil pertanian, serta membantu pemasarannya,” pungkasnya.

 

Editor : Uways Alqadrie
#Bendungan Lempake #Samarinda banjir