Selama dua hari, peserta mengikuti berbagai pelatihan dan simulasi yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan dalam menangani situasi darurat. Beberapa kegiatan mencakup teknik pemadaman api, penyelamatan korban, dan simulasi kebakaran, dengan tujuan meningkatkan kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi kebakaran serta keadaan darurat lainnya.
Selain pelatihan teknis, jambore ini juga menghadirkan diskusi panel bersama para ahli dari berbagai bidang terkait. Topik yang dibahas meliputi teknik terbaru pemadaman kebakaran, manajemen risiko bencana, dan inovasi teknologi di bidang pemadaman dan penyelamatan. Diskusi ini difokuskan untuk memperluas wawasan peserta dalam menghadapi tantangan di lapangan.
Salah satu peserta, Cordova (20), berbagi kesannya mengenai acara tersebut.
"Ini adalah pengalaman pertama saya mengikuti jambore. Kegiatan ini bukan hanya untuk belajar, tetapi juga mempererat hubungan antar relawan. Kami tidak hanya mendapat ilmu baru, tetapi kebersamaan kami juga semakin kuat. Dalam tugas seperti ini, kerja sama adalah kunci," ungkapnya.
Senada, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kaltim, Robiana Hastawulan, menegaskan bahwa jambore ini merupakan momen bersejarah bagi relawan damkar di Indonesia.
"Ini adalah jambore pertama, tidak hanya di Kaltim, tetapi juga di Indonesia. Sinergi antar satuan sangat penting untuk menangani kebakaran dengan efektif. Kami ingin kegiatan ini bisa menjadi sarana berbagi pengalaman dan pengetahuan agar relawan semakin solid," ucapnya, Sabtu (19/10).
Robiana juga menekankan pentingnya menjadikan jambore ini sebagai agenda tahunan.
"Kegiatan seperti ini diperlukan agar setiap satuan pemadam kebakaran memiliki keterampilan yang mumpuni dalam situasi darurat. Kami ingin jambore ini terus memperkuat kerja sama dan koordinasi antar relawan, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin cepat dan tepat," timpal Robiana.
Editor : Uways Alqadrie