SAMARINDA – Pemkot Samarinda menyatakan komitmennya dalam mengatasi permasalahan banjir yang kerap melanda kota ini. Masalah ini menjadi salah satu yang krusial untuk diselesaikan.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda Hendra Kusuma menyatakan bahwa Pemkot akan terus melanjutkan upaya pengendalian banjir yang telah dilakukan sebelumnya. Baik secara mandiri maupun melalui kerja sama dengan Pemprov Kaltim maupun Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV.
"Pak Wali Kota sudah berkomitmen melanjutkan kegiatan pengendalian banjir, artinya kami masih tetap melakukan komitmen bersama DPUPR Pera Kaltim dan BWS Kalimantan IV," tegasnya beberapa waktu lalu.
Hendra menjelaskan bahwa pembagian tugas dalam pengendalian banjir telah dibagi jelas. Pemkot Samarinda akan fokus pada penanganan dampak sosial akibat banjir, seperti bantuan bagi warga terdampak, sementara DPUPR Pera Kaltim akan menangani normalisasi sungai dan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir lainnya.
"Pembebasan lahan akan dilakukan jika memungkinkan dari sisi anggaran, namun fokus utama pemkot tetap pada penyelesaian dampak sosial. Untuk normalisasi dan pembangunan infrastruktur, itu menjadi tanggung jawab provinsi dan BWS," ujarnya.
Dia menerangkan, Pemkot Samarinda akan memprioritaskan penanganan banjir di beberapa daerah yang sering terdampak, seperti kawasan Jalan Pasundan dan Jalan Ir H Juanda Kecamatan Samarinda Ulu, wilayah kecamatan Sambutan dan Jalan Gerilya kecamatan Sungai Pinang.
"Kami akan melanjutkan kegiatan pengendalian banjir di daerah-daerah tersebut dengan dukungan anggaran bantuan keuangan (bankeu) provinsi," terangnya.
Salah satu program besar yang sedang digarap adalah proyek pengendalian banjir di kawasan utara Samarinda. Pemkot Samarinda ditargetkan untuk mengelola lahan seluas 100 hektar dari total 300 hektare yang dibutuhkan. "Tahun lalu sudah berhasil membangun kolam retensi sekitar 2,5 hektare, dan Insyaallah tahun ini akan lanjutkan," ujarnya.
Dia menambahkan bahwa proyek pengendalian banjir di kawasan utara Samarinda akan memberikan banyak manfaat, di antaranya mengurangi risiko banjir di wilayah tersebut, meningkatkan kualitas lingkungan, dan mendukung pengembangan kawasan.
"Jika proyek ini berhasil, maka beban yang ditanggung oleh Bendungan Lempake akan berkurang. Selain itu, kawasan Pampang juga akan terlindungi dari banjir," pungkasnya.
DENNY SAPUTRA
@dennysaputra46
Editor : Muhammad Ridhuan