SAMARINDA–Suryaji dan Kasmin, penjaga sekaligus petugas makam di Pemakaman Bendang, Jalan Pusaka, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, hendak menggali lubang makam, Jumat (17/1), sekitar pukul 07.00 Wita.
“Ada warga sekitar sini yang kebetulan meninggal. Mau dimakamkan pukul 09.00 Wita, makanya dari pagi (pukul 07.00 Wita) itu sudah ada di sini (pemakaman),” ujar Suryaji.
Langkahnya berlalu begitu saja saat melihat gundukan tanah. “Tapi saya bilang sama Kasmin, ada bikin makam di sini kah, dia jawab enggak. Karena kami pikir kucing mati. Kayu yang seolah jadi nisan itu ya saya tendang,” ungkap Suryaji. Namun, muncul kain putih setelah kayu itu terangkat.
“Saya serak-serak tanahnya malah muncul kaki. Kami pinggirkan tanahnya malah bayi. Ya Allah, Mas, cantik bayinya. Jenis kelaminnya perempuan,” ungkapnya.
Dia dan rekannya tak pikir panjang. “Kami pindahkan dan buatkan serta makamkan bayi itu dengan lebih layak,” jelasnya.
Seberes membantu pemakaman tetangganya, Suryaji dan rekannya pun meninggalkan makam. “Tapi hati ini gelisah saja. Ternyata teman (Kasmin) itu sama, kepikiran jasad si bayi tadi. Makanya kami putuskan habis salat Jumat kami kembali ke makam, sekitar pukul 13.30 Wita.
“Hubungi lurah, kemudian lurah hubungi bhabinkamtibmas. Setelah itu anggota Polsek Sungai Kunjang datang,” tambah Suryaji.
Dari penjelasan Suryaji, dia sudah 10 hari tidak datang ke area pemakaman. “Karena kan biasa kami bersih-bersih di sini. Kebetulan kemarin ada sakit kaki, jadi enggak ke makam. Enggak bakal tahu ada jasad bayi itu kalau enggak mau memakamkan warga,” sebutnya.
Saat diangkat, lanjut dia, Suryaji masih melihat ari-arinya menempel di pusar dan melilit ke leher. “Kalau dilihat-lihat sih masih baru. Dia (jasad bayi) itu hanya ditutup kain putih tapi ada tali rafia hijau,” tambahnya.
Jajaran Polsek Sungai Kunjang yang mendapat kabar tersebut langsung bergegas menuju area Pemakaman Bendang yang merupakan TKP penemuan jasad bayi tersebut. Polisi langsung menggelar olah TKP. Bayi tersebut kini dibawa ke RSUD AW Sjahranie untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, pihak kepolisian juga masih menghimpun data dan keterangan sejumlah saksi. (dra)
Editor : Muhammad Ridhuan