KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kegiatan pembersihan yang dilakukan jajaran pemkot Samarinda di Jalan Nusyirwan Ismail (ring road 2) hanya bertahan tiga bulan. Dua titik tempat sampah liar yang dibersihkan pada Kamis 5 September 2024 lalu, kembali kotor.
Sampahnya pun beragam dari limbah domestic rumah tangga hingga material sisa galian dan pembangunan rumah.
Jumat (17/1) kelurahan Lok Bahu berkoordinasi dengan BPBD Samarinda untuk menurunkan excavator mini membersihkan sampah dan menggunakan truk dari DLH Samarinda untuk dipindahkan.
Lurah Lok Bahu Saipul Anuar mengatakan bahwa dalam satu tahun belakangan ini pihaknya lebih dari lima kali membersihkan tempat sampah liar di titik yang sama, yakni di wilayah RT 27. Dari keterangan yang dihimpun, pelaku pembuangan sampah diduga bukan warga Lok Bahu.
“Mereka melakukan pada malam hari. Bahkan biasanya menggunakan truk untuk membuang sampah karena volume sampahnya besar,” ucapnya.
Ke depan dirinya berinisiatif untuk memasang CCTV di titik tersebut, guna memantau perilaku buruk warga yang membuang sampah di wilayahnya. Rencananya akan menggunakan dana Pro Bebaya 2025. “Kami tidak bisa berbuat banyak. Hanya bisa mendoakan agar warga yang membuang sampah bisa terbuka hatinya untuk berperilaku menjaga kebersihan,” ujarnya.
Dia pun saat ini menanti penyelesaian pembangunan tempat pembuangan sementara (TPS) yang lebih proper di sisi Jalan Ramania 2 RT 27 Kelurahan Lok Bahu.
Posisinya tidak jauh dari titik pembuangan liar tersebut. “Harapannya bisa membuang ke tempat yang baru, toh posisinya juga di tepi jalan. Ini akan menggantikan titik TPS yang ada saat ini, karena lokasi tersebut meminjam tanah warga,” pungkasnya.
Editor : Uways Alqadrie