KALTIMPOST.ID, Program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) resmi dimulai pada Senin (10/2). Di Samarinda, kegiatan ini dilaksanakan di Puskesmas Air Putih, Jalan P Suryanata, Kecamatan Samarinda Ulu.
Agenda permulaan ini menjadi langkah awal pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat dengan sistem pendaftaran berbasis aplikasi.
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Samarinda dr Ismid Kusasih menegaskan, Samarinda siap melaksanakan program ini sesuai dengan ketentuan nasional.
“Insyaallah, 26 puskesmas di Samarinda siap memulai program ini,” ujarnya.
Untuk proses pendaftaran, mekanismenya tidak berbeda dengan layanan kesehatan lainnya. Pasien akan dipisahkan berdasarkan kebutuhan pemeriksaan mereka.
“Untuk pendaftaran, tidak berbeda di satu tempat. Nanti dipisahkan sesuai keperluan,” tambah Ismid.
Program ini juga telah didukung dengan sosialisasi nasional agar masyarakat lebih memahami prosedur pelayanannya. Bagi mereka yang belum memahami alur pendaftaran, petugas akan membantu penggunaan aplikasi Satu Sehat.
“Kalau sudah mengerti langsung saja ke puskesmas, petugas kami akan mengarahkan alur pendaftarannya,” jelasnya.
Saat ini program CKG masih dalam masa transisi dan diperbolehkan berlangsung selama empat bulan pertama, yakni dari Januari hingga April.
Target harian diharapkan mencapai 30 pasien per puskesmas, tetapi kenyataan di lapangan bisa berbeda.
“Namun di lapangan tidak sebesar itu karena kemampuan puskesmas berbeda. Apalagi cek kesehatan gratis ini memiliki banyak tahapan tes yang harus dijalani,” katanya.
Salah satu kendala yang dihadapi adalah jumlah tenaga kesehatan, terutama di bagian laboratorium yang hanya memiliki satu hingga dua petugas.
“Makanya setiap puskesmas telah mengukur kemampuan maksimalnya. agar pelayanan pasien lain tetap bisa tertangani,” imbuhnya.
Dia menambahkan, dengan dimulainya program ini, diharapkan masyarakat Samarinda semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin guna mencegah penyakit lebih dini.
“Program CKG menjadi langkah besar dalam memberikan layanan kesehatan gratis yang lebih luas dan mudah diakses oleh semua lapisan masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Hernawati