KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Memasuki hari ketiga bulan suci Ramadan 1446 H, warga Samarinda menunjukkan antusiasme tinggi dalam berburu aneka makanan dan minuman di Wisata Belanja Ramadhan.
Tradisi tahunan ini kembali digelar oleh Pemkot Samarinda sebagai bagian dari upaya meningkatkan perekonomian masyarakat.
Wali Kota Samarinda Andi Harun secara resmi membuka Wisata Belanja Ramadan pada Senin (3/3) di pelataran GOR Segiri Samarinda.
Dalam sambutannya, dia menegaskan bahwa pasar Ramadan telah menjadi bagian dari tradisi tahunan yang terus dilaksanakan Pemkot Samarinda.
"Keberadaan wisata belanja ini tentu menjadi alternatif bagi masyarakat Samarinda. Beragam jenis makanan tersedia sesuai dengan kebutuhan sehari-hari," ujarnya.
Selain menjadi tempat berburu takjil dan makanan berbuka puasa, Andi Harun menyebut bahwa pasar Ramadan juga memiliki hikmah sosial, yakni mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
"Secara konkret, pasar Ramadan membawa berkah bagi sektor ekonomi. Banyak manfaat yang dirasakan pedagang kecil, UMKM, dan usaha rumahan yang memanfaatkan momentum Ramadan ini," tambahnya.
Dia juga menyoroti bahwa Wisata Belanja Ramadan tidak hanya diminati oleh umat Muslim, tetapi juga oleh warga non-Muslim yang ikut berbelanja.
"Ini bukan sekadar tempat berburu takjil atau makanan berbuka puasa, tetapi juga menjadi ajang mempererat kebersamaan antarwarga Samarinda," jelasnya.
Di sisi lain, Andi Harun mengimbau para pedagang di Wisata Belanja Ramadan untuk memastikan setiap produk yang dijual aman dan sehat dikonsumsi.
"Hindari penggunaan zat-zat berbahaya seperti pengawet dan pewarna yang bisa membahayakan kesehatan warga Samarinda," tegasnya.
Terpisah, Ridho Pratama, warga Samarinda Ilir, menyambut baik penyelenggaraan pasar Ramadan tahun ini. Pihaknya mengapresiasi perbaikan akses dan jalur yang lebih tertata dibanding tahun sebelumnya.
"Bagus, ada perubahan dari tahun sebelumnya. Sekarang aksesnya lebih mudah dan tidak terlalu sesak," ujarnya.
Namun, dia berharap agar fasilitas parkir bisa lebih diperhatikan, terutama dengan memanfaatkan halaman GOR Segiri Samarinda.
"Parkir masih kurang tertata. Kalau bisa, parkirnya gratis, supaya berkahnya bisa dirasakan semua orang," pungkasnya. (*)
Editor : Almasrifah