Polisi berpakaian sipil mendatangi beberapa titik. Tak ada yang mengira, sejumlah polisi ternyata tengah menggelar operasi cipta kondisi.
SAMARINDA–Kawasan rawan yang minim penerangan seperti taman di seberang Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center, kawasan Citra Niaga, hingga tempat biliar didatangi.
Di beberapa titik awal, polisi tak menemukan aktivitas mencurigakan. Namun, beberapa orang yang ditemui diminta meninggalkan kawasan tersebut untuk menghindari kejadian tak diinginkan. Pemeriksaan berlanjut ke Citra Niaga. Tempat yang menjadi konsentrasi kerumunan jadi target.
Gelas plastik berisi minuman membuat polisi semula tak mengira itu adalah minuman mengandung alkohol. Pasalnya, tak ada kemasan berupa botol atau kaleng ada di atas meja.
Di dalam sebuah arena olahraga ketangkasan, tepatnya di Dark Horse Biliar, polisi mendapati aktivitas terlarang. Mulai adanya minuman keras hingga perjudian.
“Kami (Reserse Kriminal Polresta Samarinda) melaksanakan itu sekaligus memantau keamanan Samarinda. Sekaligus mengantisipasi ada aksi kriminalitas, terlebih sedang momen Ramadan,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Dicky Anggi Pranata.
Perwira pertama Polri berpangkat balok tiga itu menegaskan, pihaknya memeriksa tempat-tempat yang diduga memiliki kerawanan. Ada tiga tempat titik yang didatangi. Mulai daerah tempat berkumpul yakni taman di seberang Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center, kemudian ke kompleks Citra Niaga, dan Dark Horse Biliard di Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang.
Aroma miras yang menyengat membuat polisi mencurigai ada jual-beli miras di tempat yang bukan peruntukannya. Setelah melakukan pengecekan, petugas mendapati kemasan bekas minuman berupa kaleng dan botol.
Penggeledahan berlanjut. Dalam sebuah gudang, polisi menemukan tumpukan miras berbagai merek. “Target operasi kami senjata tajam dan minuman keras,” tegasnya. Parahnya, di sebelah gudang penyimpanan miras, polisi mendapati dugaan aktivitas perjudian.
“Dari operasi tersebut kami mendapatkan minuman keras di tempat olahraga biliard,” tambahnya. Termasuk mengamankan lima orang yang diduga bermain judi. Bahkan, salah satu pemain diduga manajer tempat biliar lain yang juga belum lama beraktivitas di Samarinda.
Aktivitas penjualan miras itu diduga kuat sudah cukup lama berlangsung. Polisi turut mengamankan ratusan kaleng dan botol miras ke Polresta Samarinda.
“Kalau soal menyangkut urusan perizinan bukan kami, pastikan ke pihak yang berwenang. Kami sebatas menertibkan dan mengantisipasi gangguan kamtibmas,” tegas Dicky.
Dalam pantauan media ini di lapangan, Dark Horse Biliar memang lokasinya bukan di pinggir jalan. Tempatnya sedikit berada ke dalam. Bahkan, informasi lain diperoleh bahwa Dark Horse Biliar menjadi salah satu tempat yang mendapatkan rekomendasi buka untuk menjadi tempat latihan olahraga biliar dari pemerintah.
Editor : Dwi Restu A