KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Suasana mudik mulai terasa di Pelabuhan Samarinda. Meskipun belum mencapai puncaknya, pergerakan pemudik yang ingin pulang lebih awal ke kampung halaman sudah mulai terlihat.
Salah satu kapal yang berangkat, KM Prince Soya, mengangkut 1.698 penumpang menuju Pare-Pare, Sulawesi Selatan, Minggu (23/3) pagi.
Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Kelas I Samarinda, Kapten Ridha Rengreng, mengungkapkan bahwa jumlah penumpang tersebut masih dalam batas normal.
"Untuk kapasitas KM Prince Soya sebanyak 1.700 penumpang. Kapal berangkat dalam kondisi normal dan belum ada lonjakan penumpang yang signifikan sesuai prediksi kami," ujarnya.
Ridha memperkirakan lonjakan pemudik akan terjadi pada 26–28 Maret mendatang. Sejumlah kapal dijadwalkan berangkat pada hari-hari tersebut untuk mengakomodasi penumpang yang ingin pulang kampung sebelum Lebaran.
"Sebenarnya jadwal terakhir Kamis (27/3), tetapi salah satu kapal ada yang berangkat lebih awal pada Rabu (26/3). Kami berharap dalam tiga hari itu ada cukup kapal menuju Pare-Pare, sehingga kepadatan bisa berkurang," jelasnya.
Meski demikian, ada kemungkinan beberapa kapal batal berangkat jika tidak memenuhi persyaratan. Namun, pihaknya berupaya agar kapal yang tidak bisa diberangkatkan pada Kamis (27/3) tetap bisa berlayar keesokan harinya.
"Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada Rabu atau Kamis. Jika ada kapal yang tidak bisa diberangkatkan, kami upayakan agar bisa berangkat pada Jumat (28/3)," tambahnya.
Di tengah antrean pemudik, Aulia Nanda (28), salah satu penumpang, mengaku sengaja memilih berangkat lebih awal agar perjalanan lebih nyaman. Setelah mendapat kabar libur pada Jumat (21/3) lalu, ia langsung mengatur jadwal kepulangannya.
"Seperti biasa, ini tahun kedua saya mudik lebih awal. Biar lebih tenang dan tidak terlalu padat," kata perempuan yang bekerja di sebuah toko elektronik di Samarinda.
Aulia berencana kembali ke Samarinda satu minggu setelah Lebaran.
"Saya izin cuti seminggu setelah Lebaran. Alhamdulillah, diizinkan," ujarnya singkat.
Editor : Uways Alqadrie